Satpol PP Janji Tertibkan Orang Gila  – Radar Bojonegoro

Bambang menuturkan, penyisiran terhadap penyandang masalah sosial (PMS) terus dilakukan untuk menjaga keamanan. Namun, penyisiran tersebut hanya dilakukan pada jam – jam tertentu. 

Selama ini, lanjut dia, temuan gelandangan, orang gila, dan penyandang masalah sosial lainnya, rata-rata bukan warga asli Lamongan. Biasanya ada sistem pergeseran dari daerah satu ke daerah lainnya.

Apalagi, bila orang tersebut bukan asli daerah. “Pasti akan digeser ke daerah tetangga supaya tidak mengotori daerahnya,” ujarnya. Bambang menjelaskan, selama ini pihaknya tetap melibatkkan instansi tertentu apabila menemukan PMS di jalan.

Atas dasar kemanusiaan, maka harus dilakukan pembinaan, meski mereka bukan warga asli Lamongan.Jika memang PMS tersebut termasuk orang gila, maka pihaknya menggandeng dinas kesehatan untuk memastikannya.

‘’Satpol PP kewajibannya menyisir apabila ada PMS mengganggu kenyamanan masyarakat,’’ ujarnya. Seperti diberitakan, menjelang salat duhur (18/2), pengasuh Ponpes Karangasem Muhammadiyah Lamongan, Kiai Hakam Mubarok, dikejar seorang pemuda yang diduga gila.

Awalnya, dia melihat seseorang duduk di depan gapura Masjid Al Manar. Kiai Hakam lalu meminta orang tersebut berpindah tempat. Alasannya, tidak pantas karena waktunya salat. Sarung orang tersebut ditarik agar yang bersangkutan mau pindah.

Namun, pemuda tersebut ternyata tak mau berpindah tempat.Dia tetap duduk sambil membawa makanan ringan. Makanan ringan tersebut akhirnya ditampel karena takut mengotori tempat sekitar. Pemuda tadi sontak berdiri.

Dia mengamuk dan menantang Kiai Hakam untuk berkelahi.‘’Ayo aku gak takut sama kamu kalau berani berkelahi sekarang,’’ kata Kiai Hakam menirukan perkataan pelaku.

Sesaat kemudian, pemuda gundul itu menyerang Kiai Hakam menggunakan tangan kosong. Serangan itu tidak mengenai tubuh Kiai Hakam.Takut serangan pemuda berkaus lengan panjang itu semakin membabi buta, Kiai Hakam memilih menghindar. Namun, dia ternyata dikejar.

Kiai Hakam kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berputar – putar di lokasi setempat sejarak sekitar 30 meter. ‘’Saya lari, sempat terjatuh karena kehabisan napas, hingga luka di bagian siku sebelah kanan,’’ ceritanya saat dikonfirmasi melalui ponsel.

Salah satu warga desa setempat yang mengetahui Kiai Hakam dikejar seseorang akhirnya melakukan pencegahan. Warga tersebut juga berteriak  meminta bantuan para santri ponpes setempat. 

‘’Langsung dikepung orang banyak, hingga diamankan ke dalam pondok,’’ imbuh Kiai Hakam.Pemuda itu saat diperiksa polisi mengaku bernama Paijo. Namun, nama sebenarnya ternyata Nandang Triyana, 23.

Dia berasal dari Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Lemahbang, Cirebon. Ayahnya bernama Satibi, 50. ‘’Punya ciri-ciri khusus. Di tangan kiri, dekat ketiak itu ada seperti tompel atau tanda lahir.

Kemudian mempunyai penyakit kulit,’’ kata Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yadwivana Jumbo Qantason. Menurut dia, nama Paijo itu tidak benar karena hanya mengaku – ngaku saja. ‘’Namanya orang gila, pasti seenaknya sendiri berkata seperti itu,’’ imbuhnya. 

Berdasarkan keterangan sepintas melalui ponsel, kata Jumbo, Nandang tidak tamat SMP  di desa setempat. Saat kelas 2 SMP, dia tidak melanjutkan karena sudah mengidap penyakit kelainan jiwa. 

Rencananya, pihak keluarga Nandang didatangkan ke Mapolres Lamongan untuk dimintai keterangan. Sebab, polres membutuhkan data identifikasi.‘’Sementara ini, informasi terakhir keluarga sudah perjalanan menuju ke Lamongan,’’ lanjutnya. 

Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Cirebon. Keluarga Satibi menyakini bahwa pemuda yang mengejar Kiai Hakim adalah Nandang. Pihak keluarga kehilangan Nandang sejak sekitar 4 tahun lalu.

‘’Pihak keluarga menyatakan mempunyai kelainan jiwa sejak umur sekitar 15 tahun,’’ tutur Jumbo. Namun, pihak keluarga tidak memiliki surat pembuktian dari dokter. Alasannya, pihak keluarga belum pernah membawa Nandang ke rumah sakit jiwa. 

‘’Masih menunggu keterangan resmi dari pihak dokter yang menangani. Semua nama, pelaku pengejaran kepada kiai kini sudah dilakukan pendataan hingga orang tuanya sudah diketahui,’’ kata Jumbo. 

Dikonfirmasi terpisah,  Kapolres Lamongan AKBP Febby D.P. Hutagalung, membenarkan pihak keluarga bakal dipertemukan dengan Nandang. ‘’Hari ini (kemarin), saya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Cirebon untuk menghadirkan kedua orang tuanya agar bisa bertemu dengan Nandang,’’ tuturnya. 

Terkuaknya identitas pelaku, lanjut dia, nantinya memudahkan untuk mendapatkan fakta. Dia memastikan bahwa pertemuan Nandang dan orang tuanya dilakukan di Surabaya. 

‘’Pertemuannya nanti kalau gak di Polda atau di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur. Nanti langsung ke sana, tapi tetap akan kita dampingi,’’ imbuh mantan Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau tersebut. 

Kejadian di Ponpes Karangasem Muhammadiyah Kecamatan Paciran menjadi viral karena sebelumnya ada aksi penganiayaan pada pemuka agama di lain tempat.

Menurut Kapolres, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin yang mendatangi ponpes tersebut Senin (19/2), menginstruksikan polres dan jajaran di tingkat bawah merapatkan barisan dengan alim ulama. 

Febby bersama anggota kemarin menyambangi beberapa kiai di Lamongan. Salah satunya, KH Mas’ud Al Mudjnar, pengasuh Ponpes Darul Mustaghitsin Lamongan.    ‘’Ini merupakan program pimpinan, kita harus bersinergi dengan seluruh elemen.

Salah satunya elemen masyarakat, tokoh agama,’’ tutur Feby. Bertemu kiai, kata dia, tidak hanya pelaksanaan tugas. Juga bentuk silaturahmi secara pribadi. Serta bentuk sinergitas agar situasi tetap aman dan kondusif. 

 ‘’Lha inilah bentuk antisipasi untuk bagaimana meminimalisir potensi-potensi yang merongrong keamanan kita. Khususnya di Kabupaten Lamongan,’’ ujarnya. 

Sementara itu, KH Mas’ud Al Mudjnar menepis bahwa pertemuan dengan Kapolres pembahasannya terkait penyerangan terhadap kiai di Paciran.  ‘’Tidak bahas itu. Saya tidak tahu itu, hehehe,’’ ujar Mas’ud dengan senyum sumringah. 

‘’Harapannya aman, tentram, kondusif, tidak ada apa-apa.  Saya itu lebih senang kalau aman,’’ imbuhnya. 

(bj/yqn/rka/mal/ind/yan/yqn/JPR)

Source link