Sebatas Pembibitan, Mina Padi di Pertanian Terpadu Belum Sempurna – Radar Tulungagung

Rencananya, menurut dia, lokasi ini menjadi tempat percontohan bidang pertanian dan peternakan. Selain itu, juga bakal ada sarana pengolahan limbah peternakan yang dibudidayakan di area tersebut. Hanya, hingga kini masih ada beberapa komponen perlengkapan yang belum diselesaikan.

Didik –sapaannya- membenarkan, kini masih dalam tahap pelaksanaan kegiatan. Tak hanya itu, dalam hal pemenuhan komponen perlengkapan dinas pertanian dan peternakan, juga berkolaborasi dengan dinas perikanan. Mengingat akan dibudidayakan pula ikan-ikan sebagai contoh untuk menambah pendapatan para petani.

“Ada yang di dalam sawah, ada juga yang di kolam, ada enam kolam yang ada di lokasi itu,” katnya.

Di lokasi terpisah, Syuhada Abdullah, kepala dinas perikanan membenarkan dinasnya memiliki peran dalam program pertanian terpadu tersebut. Yakni dalam hal budi daya perikanan yang juga diterapkan di area itu.

“Sudah jalan lho, ada enam kolam yang kami isi lele,” katanya.

Tak hanya itu, beberapa waktu lalu telah dicoba sistem mina padi. Yakni dengan menebar benih ikan di bawah tanaman padi. Hanya, sementara ini belum maksimal lantaran dibutuhkan keramba apung untuk tindak lanjut dari sistem ini.

“Kalau mengikuti usia tanaman padi, ikannya masih belum begitu besar, makanya butuh keramba apung,” terangnya.

Dia mengakui, mina padi yang sempat dilakukan adalah uji coba. Alternatifnya, bibit-bibit ikan itu nanti akan dibawa ke Bendungan Tugu, setelah padi di lokasi itu dipanen.

“Jadi, mina padi itu hanya untuk pembibitan saja, pembesarannya di keramba apung,” katanya.

Informasi yang diterima Koran ini, setidaknya lebih dari Rp 2 miliar anggaran daerah digelontorkan untuk melaksanakan program ini. Diwacanakan, program ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada para petani di Kota Keripik Tempe. (hai/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)