“Astika bersama tiga orang lainnya berangkat dari Tabanan dan di rumah tersebut (TKP) menyakinkan penjual mobil seolah – olah tinggal di situ. Makanya menyiapkan rumah untuk TKP pembunuhan itu,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, Sabtu (30/12).

Rumah yang dikontraknya tersebut telah di-DP Rp 1 juta oleh Astika dan istrinya Ni Komang Libryantini yang rencananya akan dikontraknya selama dua tahun pada Jumat (15/12) sekitar pukul 06.00 wita. Tersangka kemudian meminta kunci rumah tersebut dengan alasan untuk memasukkan barang – barangnya.

Dalam menjalani pemeriksaan tersebut Astika didampingi oleh lawyer-nya. “Sudah diperiksa, didampingi dengan lawyer. Kondisinya memang sakit di perut tapi bisa memberikan keterangan,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa penahanan Astika dipisah dengan yang lainnya. “Penahanan kami pisah untuk menjaga keaslian pemeriksaan yang ada. Jadi kami lakukan pemisahan terkait dengan penempatan tahanan. Rencana akan kami lakukan prarekontruksi terkait peran masing – masing. Terkait perbedaan keterangan jika ada akan kami konfrontir,” jelasnya. 

(bx/afi/yes/JPR)

Source link