Sediakan Tambal Ban Gratis 24 Jam hingga Tempat Istirahat – Radar Mojokerto

Momen Lebaran yang dimanfaatkan untuk mudik ke kampung halaman, dimanfaatkan relawan melakukan aksi sosial. Untuk memberikan kenyamanan para pemudik, mereka ikut mendirikan pos pantau. Juga memberikan pelayanan medis sekaligus tambal ban gratis untuk Para pemudik. 

BYPASS yang menjadi jalur utama pemudik antarkota antarprovinsi setiap tahunnya menjadi perhatian semua pihak. Termasuk orang-orang yang tergabung dalam relawan yang mengatasnamakan Semangat Masyarakat Relawan (Semar) Mojokerto.

Menggunakan tenda sederhana, mereka memilih menghabiskan hari-harinya untuk membantu sesama. Yakni, dengan mendirikan rest area di jalur mudik. Tepatnya di Bypass Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabuaten Mojokerto.

Dengan misi kemanusian, mereka memutuskan ambil bagian dalam upaya kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. ’’Pos pantau ini kami dirikan hampir setiap tahun. Mulai arus mudik sampai arus balik Lebaran selesai,’’ kata salah satu relawan, Ondang Sudarsono.

Pendirian pos pantau seperti ini sudah menjadi agenda rutin seiring Operasi Ketupat yang digelar kepolisian. Menurutnya, pos pantau yang didirikan bukan sekadar pos pantau pada umumnya yang hanya memantau arus lalu lintas.

Di tenda berukuran sekitar 6×8 meter itu, juga dilengkapi perlengkapan medis untuk pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). ’’Kami juga sediakan tenda tempat berisitirahat pemudik yang kelelahan dalam perjalanan,’’ tambah warga Mojoanyar itu.

Tak hanya itu, untuk membantu kelancaran pemudik, juga membuka tambal ban gratis bagi para pemudik di Bypass. Alasannya pun sederhana, tidak lain adalah untuk memanjakan pemudik agar dalam perjalanan tetap aman dan lancar.

Diceritkannya, tambal ban gratis ini sebenarnya berangkat dari keprihatinan dirinya saat melihat pemudik yang tak jarang mengalami ban bocor saat arus mudik dan balik Lebaran tujuh tahun lalu.

Ditambah lagi, minimnya jasa tambal ban yang beroperasi saat Lebaran membuat dirinya bersama kelomponya secara sukarela berinisiatif ambil peran. ’’Akhirnya, sekarang menjadi tradisi kami. Pokoknya setiap Lebaran, pos kami lengkap dengan tambal ban gratis,’’ papar pria yang gabung Semar sudah 8 tahun ini.

Bahkan tak jarang, jika kendaraan pemudik bermasalah dengan sigap mereka yang memang sudah terlatih, juga kerap membantu menyervisnya. Baik itu kendaraan yang terjadi mogok maupun putus rantai. ’’Di sini perlegkapannya lengkap seperti bengkel. Tenaganya juga ahli karena memang ada yang bekerja di bengkel. Kompresor saja kami siapkan dua,’’ tuturnya.

Beroperasinya pun 24 jam nonstop. Sebab, sesuai pengalaman Lebaran sebelumnya, selain kerap terjadi ban bocor dan kendaraan mogok di siang hari, tak jarang juga di malam hingga dini hari. Waktu rawan terjadi sekitar pukul 03.00 sampai 06.00. Faktornya berbeda-beda. Salah satunya lantaran ranjau jalan seperti paku. ’’Tapi kadang, juga pemudik sendiri kurang kontrol. Ban sudah gundul masih saja nekat dipakai,’’ tandasnya.

Langkah itu pun direspons positif pemudik. ’’Pekerjaan mulia dan sangat membantu pemudik seperti kami,’’ ungkap salah satu pemudik yang mengalami ban bocor, Agung Kusworo. Ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto, dirinya sangat terbantu dengan pelayanan tambal ban gratis.

Sebab, sepanjang jalur Bypass Mojokerto, sangat sulit mencari tambal ban saat arus mudik dan balik Lebaran. Sehingga, dengan bantuan dari relawan, dirinya bisa menlanjutkan perjalananya. ’’Tadi (kemarin, Red) sempat mendorong satu kilometer lebih mencari tambal ban. Alhamdulillah ternyata ada relawan yang buka pos tambal ban gratis,’’ pungkasnya yang hendak balik ke Surabaya.

(mj/far/ris/JPR)

Source link