KEDIRI – Ada konsekuensi yang mengikuti dari kemenangan Abdullah Abu Bakar – Lilik Muhibbah. Apa itu? Soal janji-janji selama kampanye lalu. Janji-janji politik itulah yang akan ditagih warga Kota Kediri saat mereka kembali memegang tampuk kepemimpinan Kota Kediri satu periode ke depan.

Menurut Abu dan Ning Lik, sapaan akrab keduanya, janji maupun visi-misi itu akan mereka laksanakan. Secara keseluruhan akan dia masukkan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) terlebih dulu.

“Akan kami masukkan RPJM dahulu. Agar arah kebijakan Kota Kediri akan semakin jelas,” terang Abu. “Karena kalau tidak dimasukkan akan dikira kami tipu-tipu,” sambungnya.

Menurut Abu, program yang mereka masukkan dalam RPJM itu akan dievaluasi terlebih dulu oleh Pemerintah Pusat. Sebelum nanti disahkan oleh DPRD Kota Kediri. Namun, ada janji yang akan segera diskusikan dalam waktu dekat ini. Salah satunya adalah pengembangan Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas). Program yang sudah berjalan itu akan mengalami pengembangan dengan nilai Rp 100 juta per RT setiap tahunnya.

Program lain yang akan dibahas adalah asuransi kesehatan bagi warga kota. Asuransi ini menjamin warga Kota Kediri bisa mendapat layanan berobat hingga perawatan kesehatan. Tidak akan ada lagi rumah sakit yang menolak pasien. “Karena telah kami jamin di asuransi tersebut warga akan mudah mengaksesnya,” ungkapnya.

Juga, ada program pendidikan SMA/SMK. Apalagi, akan ada pergantian gubernur. Sehingga, Abu mengaku akan segera berkoordinasi dengan gubernur baru. Agar akses pendidikan warga semakin mudah.

Menurutnya, akses kesehatan dan pendidikan harus segera selesai. Menjadi prioritasnya. Anggarannya, menurut Abu, tercukupi dari dana cukai yang akan dipergunakan secara maksimal.

Bagaimana dengan Jembatan Brawijaya? Abu menerangkan sejak dilantik pertama kali pada 2014 lalu pihaknya sudah melakukan langkah-langkah agar jembatan segera dibangun. Mulai menyurati Presiden hingga tiga kali, serta mencari solusi untuk masalah tersebut. “Target tahun ini akan kami selesaikan,” terangnya.

Saat ini upaya pengerjaan kembali Jembatan Brawijaya juga sudah berlangsung. Seperti melakukan uji beban. Uji beban itu menyebutkan ada elastomer jembatan yang diketahui retak karena tidak anti-UV. Sehingga karena cuaca hujan dan panas kerusakan pun terjadi.

Juni ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri juga telah melakukan teken kontrak teken dengan PT Fajar Parahyangan. “Anggaran juga telah disiapkan, pembangunan akan dilanjutkan segera,” tegas Abu.

(rk/fiz/die/JPR)

Source link