JawaPos.com – Persoalan ekonomi membuat Viko buta mata. Dia tega membohongi istri sahnya dan menikah sirri dengan perempuan lain. Viko bermuka dua akhirnya terbongkar.

Rasa kantuk dimata Viko Rama Candra Darma Yuda sekan masih belum hilang. Maklum dia digelandang ke Mapolres Situbondo saat asik tidur di rumahnya. Dia tampak cengang di Mapolres Situbondo.

Pria berusia 25 tahun tersebut, sepertinya tidak percaya jika aksinya selama itu merupakan bentuk penipuan. Namun, karena ada keinginan lainnya, Viko terus melakukan penyamarannya untuk mengejar hal yang lebih besar.

Setelah menikah dengan perempuan di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Viko dikaruniai satu anak. Pria asal Madiun ini pun tinggal dan bekerja di sekitar Besuki. Di sana dirinya menjalani hidup sekitar tiga tahun lebih.

Viko yang hanya mengenakan sarung serta baju tahanan sempat diambil sidik jarinya oleh polisi. Dia selanjutnya diminta duduk di sebuah kursi untuk diperiksa lebih lanjut. Di sela-sela itulah, Viko kembali bercerita tentang perjalanan hidupnya.

Menurut Viko, hidup di Besuki dirinya bekerja serabutan. Di rumahnya dia jual bensin eceran bersama keluarganya. Namun, jika ada yang mengajak dirinya kerja kuli bangunan, Viko tidak pernah menolak. “Kerjanya kuli bangunan atau yang lain, jadi apa saja,” katanya.

Pekerjaan keras tersebut dirasa Viko kurang menggairahkan. Setelah menikah sekitar dua tahun, Viko mulai berkelana lebih jauh hingga mengenal seorang perempuan yang tinggal di Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji.

Pengakuannya, sejak berkelana inilah dia mulai mengaku sebagai anggota TNI. Dengan berbekal seragam TNI milik ayahnya yang sudah dipecat, Viko kemudian mengenal Ayu Imania, 25. Kepada Ayu, Viko tetap mengaku bahwa dirinya adalah anggota TNI AD berpangkat serda.

Hubungan keduanya terus akrap hingga Viko mengaku menikahi Ayu secara sirri. Saat itu, dirinya tidak memiliki niat untuk mengambil uang milik mertuanya Ida Darmayanti, 41. “Saya suka sama dia, jadi nikah sirri. Tapi istri saya yang sah di besuki tidak tahu. Saya di rumah kerja kuli, tapi di Situbondo mengaku TNI,” paparnya.

Niat Viko yang hanya ingin memiliki dua istri akhirnya kalah dengan keadaan yang sebenarnya. Viko kerap pulang pergi Besuki-Situbondo. Itu dilakukan agar dirinya bisa bertemu dengan istri sahnya dan istri sirrinya. “Saya juga tinggal di Besuki dan Situbondo,” imbuhnya.

Hidup Viko yang bermuka dua akhirnya tidak berlangsung lama. Sekitar enam bulan setelah menikah sirri, kondisi ekonominya semakin kolep. Dia tidak bisa meminta kepada orang tuanya dan tidak memiliki penghasilan tetap yang bisa diandalkan untuk menghidupi dua perempuan di tempat berbeda.

“Waktu istri sirri bilang ingin dibelikan mobil, saya bilang kalau saya punya mobil digadaikan. Jadi minta uang Rp 40 juta ke istri. Uangnya saya bayarkan untuk kredit mobil baru. Jadi saya tidak punya niatan menipu, Cuma saya tidak bisa bayar kredit,” paparnya.

Viko yang berusaha untuk terus bertahan sempat menggunakan mobil Terios kreditannya untuk disewakan menjadi mobil rental. Sayangnya, uang mobil Terios yang direntalkan tidak mencukupi untuk menutupi uang Rp 40 juta milik mertuanya dan kredit mobil. “Uangnya gak nutut. Mobil sudah saya rentalkan. Akhirya diambil sama penjualnya,” ujar Viko.

Tak sampai di situ, demi mempertahankan hubungannya agar tidak kehilangan orang yang dicintai, Viko sempat menyewa mobil rental jenis Avanza. Namun, upaya ini merupakan yang terakhir kali lantaran kondisi dompet Viko trak mampu membayar uang rental.

Pria asal Madiun tersebut mengaku tidak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dia hanya bisa berjanji kepada dirinya untuk tidak melakukan penipuan kepada siapapun. Sambil memegang foto ditangannya, Viko menyebut dia ingat dengan anaknya yang masih berusia sekitar dua tahun.

Source link