Program menu ikan di sekolah itu digadang-gadang mampu mengejar ketertinggalan capaian konsumsi ikan. “Untuk memasyarakatkan gemar makan ikan (Gemari), saya minta pada semua masyarakat, dinas pendidikan, bupati dan wali kota, untuk tingkat anak-anak sekolah, entah Play Group, PAUD, TK, SD, seminggu tiga kali saja menunya diganti ikan,” paparnya saat hadir dalam Peringatan Hari Ikan Nasional 2017, di halaman kantor gubernur, Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (3/12/2017).

Biasanya, lanjut dia, di TK, PAUD, dan Play Group ada makan bersama. Itulah kesempatan emas untuk menghidangkan sajian menu ikan kepada anak-anak. Selain itu, sekolah yang biasanya sampai sore tingkat SD, harus ada kewajiban mengkonsumsi ikan.

“Minimal seminggu makan ikan tiga kali saja, apakah ikan lele, nila, atau apa saja lah, asal tidak ikan-ikanan tapi ikan beneran. Jangan fast food-fast food terus, kita ganti produk makanan ikan lah. Ikan kita masih melimpah,” tegasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Lalu M Syafriadi menambahkan, pada mata anggaran di Dinas Pendidikan ada alokasi dana untuk makanan tambahan sebagai asupan gizi bagi anak-anak TK, dan PAUD. Maka, pihaknya juga berharap imbauan ini dapat ditindaklanjuti untuk mendukung Gemari.

Dijelaskan, saat ini sudah banyak jenis karena olahan ikan. Kekhawatiran masyarakat mengenai makan ikan bisa menelan duri, sudah tidak lagi. “Karena sekarang olahan ikan sudah bisa dijadikan bakso, fillet, sup nila, sup belly, nugget, dan semua itu lepas dari duri yang kerap bikin orang malas mengonsumsi ikan,” katanya.

Mengenai produksi ikan tangkap, di Jateng sudah mencapai sekitar 400 ribu ton per tahun, produksi ikan budidaya mencapai sekitar 450 ribu ton per tahun. Ini membuktikan bahwa dari aspek ketersediaan ikan sudah mencukupi.

“Ini berkaitan dengan budaya dan keinginan kita bersama. Memang kemarin ikan belum tersaji baik seperti ayam, tapi sekarang ikan yang siap saji dengan berbagai macam olahan sudah sangat banyak,” imbuhnya.

Upaya yang pihaknya lakukan, adalah dengan menggencarkan sosialisasi ke anak-anak sekolah dasar mengenai Gemarikan. Kemudian mengajak Tim Penggerak PKK di semua tingkatan untuk menyosialisasikan gerakan konsumsi ikan sampai tingkat rumah tanngga. “Harapan kami para istri bupati dan wali kota ikut mengampanyekan gerakan makan ikan sampai tingkat rumah tangga,” katanya.

Lalu menambahkan, ini bukan semata domain tugas dari DKP saja, melainkan juga domain semua pihak. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memunculkan kembali edukasi pentingnya makan ikan yang di dalamnya terdapat protein tinggi yang dapat mencerdaskan anak bangsa.

“Tahun ini kita dapat anggaran RP 400 juta dari APBD Perubahan 2017, ke depan di 2018 akan kita tambah. Harapan kami tersedia anggaran yang cukup, sehinga gerakan seperti ini bisa masif ke masyarakat. Gerakan ini ke depan tidak hanya di Semarang, tapi ke kabupaten dan kota lain,” tegasnya.

Pada peringatan Hari Ikan Nasional 2017 ini, imbuh Lalu, terdapat sejumlah kegiatan diantaranya lomba memasak bahan baku ikan, kampanye gerakan makan ikan diikuti 400 siswa dari 14 kecamatan se Kota Semarang, dan 200 tim PKK Kota Semarang. 

(sm/amh/ida/JPR)