Selamat Jalan, Ibunda Bupati Giri Prasta – Bali Express

Prosesi pangabenan diawali dengan upacara mapegat di halaman rumah Bupati Giri Prasta pada pukul 10.00. Seluruh keluarga almarhum, termasuk Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan istri Nyonya Seniasih Giri Prasta mengikuti upacara tersebut. Pukul 12.10, layon diturunkan dari balai adat oleh krama Banjar Pelaga yang disertai hujan lebat. Dari rumah duka, layon dibawa untuk ditempatkan di sebuah bade yang dilengkapi dengan wadah berbentuk lembu hitam.

Bade tersebut kemudian diarak menuju ke setra yang berjarak kurang lebih 300 meter ke arah barat. Sampai di setra, layon diturunkan dari bade, untuk ditempatkan di dalam wadah berbentuk lembu, disertai ritual.  Tak lama kemudian lembu yang telah berisi jenazah tersebut dibakar. Usai upacara di setra, dilanjutkan dengan upacara nganyud yang dilaksanakan di pertemuan aliran sungai atau campuhan yang ada di Desa Pelaga.

Upacara pangabenan tersebut diikuti ribuan masyarakat, baik krama desa adat Pelaga, jajaran Pemerintah Kabupaten Badung, DPRD Badung, Organisasi Masyarakat, serta tampak pula hadir Panglingsir Puri Ageng Mengwi, AA Gde Agung, Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata dan Wakil Ketua DPC PDIP Badung, I Bagus Alit Sucipta.

Kepala Bagian Humas Setda Badung, Putu Ngurah Thomas Yuniarta menerangkan, usai upacara pangabenan, akan dilaksanakan upacara pangelemek dan ngeroras pada tanggal 16 Desember 2017. Selanjutnya upacara atma wedana akan dilaksanakan mulai tanggal 22 Desember hingga 26 Desember 2017.

Upacara ngangget don bingin, ngajum sekah, dan memben akan dilaksanakan pada 24 Desember. “Sementara upacara murwa daksina dan mralina sekah pada 25 Desember dan dilanjutkan upacara nyegara gunung pada 26 Desember 2017 mendatang,” paparnya.

Seperti diketahui, almarhum Ni Ketut Suwiti berpulang, Selasa (7/11) lalu. Wanita 74 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Sanglah, Denpasar pukul 11.35. Jenazah almarhum sempat disemayamkan di RSUD Mangusada Badung, guna menunggu hari baik. Sementara, penyebab kematian istri almarhum I Nyoman Sukarta itu diduga karena faktor usia. Selain itu, wanita kelahiran 31 Desember 1943, ini juga tengah dirawat karena menderita sejumlah kasus penyakit.

Semasa hidupnya, Ni Ketut Suwiti mengabdikan diri sebagai bidan di desa, bersama suaminya, I Nyoman Sukarta (alm) yang juga berprofesi sebagai mantri di Desa Pelaga, Petang. Sementara Bupati Giri Prasta sangat bangga terhadap sosok almarhumah. Di berbagai kesempatan, mantan Ketua DPRD Badung tersebut menceritakan sosok ibunda dan sang ayah yang gigih melayani masyarakat. Pun tak jarang, Giri Prasta kecil kerap diajak ikut serta saat mendatangi pasien. Oleh karena itu, jasa kedua orang tuanya, kata Giri Prasta sangat besar terhadapnya. 

(bx/adi/yes/JPR)

Source link