Dia mengungkapkan, paket sembako itu terdiri dari 2,5 kilogram beras, 1 kilogram gula, 1 liter minyak goreng dan 5 mi instan, harga normalnya Rp 60 ribu. Namun di pasar murah itu dijual hanya Rp 20 ribu, dengan menyertakan kupon sembako yang telah dibagi sebelumnya melalui desa masing-masing. “Satu KK (kepala keluarga)  hanya boleh membeli satu paket saja,” tukasnya.

Selain paket sembako, ujar dia, pihaknya menyediakan penjualan sembako eceran dengan harga dibawah HET (harga eceran tertinggi) bagi yang ingin menambah barang.

BERDESAKAN : Warga Blora berdesakan saat membeli sembako murah di pasar murah Blok T rabu (7/6).
(M. Mahfudz Muntaha/Jawa Pos Radar Blora)

Selain di Blora, menurut Maskur pelaksanaan pasar murah juga dilakukan di setiap kecamatan. “Di setiap kecamatan anggarannya Rp 20 juta,” ungkapnya.

Bupati Blora Djoko Nugroho saat menghadiri pasar murah itu mengatakan, sembako itu diberikan agar bisa digunakan sebagai tambahan memenuhi kebutuhan saat Lebaran nanti.  “Ampun didol nggih Bu, Mbah (Jangan dijual ya Bu, Mbah),” tuturnya.

(bj/fud/feb/bet/JPR)

Source link