JATI – Dinas Perdagangan Kudus mendatangi lokasi yang akan ditempati Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito Kaligelis kemarin. Pengerjaan lapak-lapak masih berlangsung, namun sebagian besar sudah selesai, tinggal ditempati.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melihat kondisi terbaru bekas pasar ternak yang tak lama lagi ditempati PKL Barito Kaligelis. Dia mengamati satu per satu lapak dan secara keseluruhan model bangunannya sama.

”Kalau seperti ini rapi. Memang keinginan kami model lapak diseragamkan semua karena luasannya sama. Hari ini (kemarin, Red) kami tinjau. Sebagian besar sudah jadi. Ditargetkan satu minggu lagi harus sudah pindah, karena masih banyak yang harus kami tata,” ungkapnya.

Sudiharti menambahkan, PKL Barito Kaligelis yang sementara ini masuk paguyuban 160 pedagang, namun hal tersebut bisa bertambah karena pedagang yang awalnya tidak masuk anggota ingin mendapatkan tempat berjualan dan akhirnya masuk paguyuban.

Untuk saat ini sudah ada 200 pedagang yang mendapatkan tempat. Sudiharti memberikan keleluasaan bagi pedagang yang ingin berjualan di tempat yang baru nanti bisa lapor ke Dinas Perdagangan, asalkan masuk menjadi anggota paguyuban PKL Barito Kaligelis.

”Sebelumnya yang ikut undian tempat hanya 160 pedagang, berhubung ada tambahan kami berikan ruang sebelah selatan paling ujung dan kami instruksikan bangun sendiri dengan catatan bentuknya sama dengan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, ukuran kios yang disediakan 2×1,85 meter per pedagang. Ke depan, dibuatkan parkir untuk pengunjung yang datang ke pasar balangan tersebut. Sudiharti menambahkan, pasar burung yang mengeluhkan sepi, diharapkan adanya PKL Barito Kaligelis bisa teratasi.

”Bisa jadi orang datang ke balangan tidak hanya mencari barang bekas tapi mampir lihat-lihat burung dan sebagainya. Maka, saya jadikan satu dengan pasar burung supaya suasana tidak lagi sepi,” tandasnya.

(ks/san/lil/top/JPR)