Sempat Dipakai sebagai Tempat Perawatan Tentara Belanda – Radar Surabaya

Tak bisa dipungkiri perjuangan arek-arek Suroboyo melawan penjajah Belanda membuat korban dari kedua belah pihak berjatuhan. Banyak prajurit Belanda yang terluka harus menjalani perawatan. Nah, salah satu tempat perawatan darurat tersebut terletak di pabrik Kasa Husada di kawasan dekat Jembatan Merah.

Yuan Abadi-Wartawan Radar Surabaya

Berdirinya pabrik Kasa Husada ternyata memiliki cerita yang belum terungkap. Salah satunya adalah fungsi pendirian pabrik tersebut. Sebab, selain digunakan sebagai pabrik kasa pertama di Indonesia, pabrik yang dulu bernama  NV Verbanstoffen Fabriec Soerabaia tersebut juga sempat digunakan sebagai salah satu perawatan darurat bagi prajurit Belanda yang terluka.

Jembatan merah merupakan salah satu spot atau tempat pertempuran arek-arek Suroboyo pada masa perebutan kemerdekaan Indonesia. Pertempuran mengakibatkan banyak prajurit dari kedua belah pihak terluka hingga tewas. Belanda kemudian menggunakan pabrik Kasa Husada sebagai tempat perawatan darurat para prajurit yang terluka.

“Berdasarkan cerita sejumlah orang dan juga veteran Surabaya mengatakan seperti itu,” ungkap Humas PT Kasa Husada Sutrisno kepada Radar Surabaya.

Sutrisno mengatakan, jika pabrik digunakan sebagai tempat perawatan sementara memang sangat wajar. Pertama pertimbangan lokasi, dimana jarak antara lokasi pertempuran (di kawasan sekitar Jembatan Merah) dan pabrik tak terlalu jauh, dan tak terlalu dekat pula. Sehingga prajurit yang terluka bisa langsung memperoleh perawatan.

“Selaian itu, lokasinya juga masih aman dari area pertempuran,” terangnya.

Pria yang sudah sepuluh tahun bekerja di pabrik ini menambahkan, alasan lain adalah luas area pabrik, sehingga bisa menampung banyak korban pertempuran. Selain tersedianya perban atau kasa untuk membalut luka-luka prajurit tentu menjadi pertimbangan utama.

“Selain itu, sejumlah cairan medis untuk penanganan luka sementara juga tersedia di pabrik ini. Sehingga mungkin itu alasannya kenapa Belanda mnggunakan pabrik sebagai tempat sementara perawatan para korban perang,” imbuhnya. (bersambung/nur)

(sb/yua/jay/JPR)