Seniman Enam Kota Pentas Sepanggung di Festival Pertunjukan Rakyat – Radar Kudus

KOTA – Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) di eks Keresidenan Pati dan Batang unjuk kebolehan seni peran di Rembang. Kegiatan tersebut digelar untuk seleksi Festival Pertunjukan Rakyat atau FPR. Juga dalam rangka deklarasi anti hoax.

Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Jawa Tengah Evi Sulistyorini menuturkan seleksi  FPR yang digelar di Rembang menjadi yang ke tiga setelah sebelumnya Kota Pekalongan dan Kabupaten  Boyolali.

Dia menyebutkan untuk kegiatan kali ketiga ini, diikuti enam kabupaten. Antara lain peserta dari Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Blora dan Batang. Namun dari konfirmasi Pati dan Blora izin mengirim kontingen dalam seleksi tersebut.

”Tahun ini beda. Bukan hanya angkat produk ekonomi daerah. Namun sebagai tuan rumah kenali seni, budaya dan tradisi orang lain,” terangnya saat membuka acara di Kebon Seni Turusgede kemarin.

Di samping itu dapat menjadi media alternatif, edukasi dan menyampaikan segala hal dalam pembangunan di Jateng. Salah satunya lewat pesan social yang disampaikan dalam pertunjukan kali ini.

Dengan tiga tema yang ditentukan, gerakan masyarakat sehat, Pilkada damai dan bulan bakti gotong royong. Makanya pihaknya menekankan setiap peserta menonjolkan keunikannya, “Ini juga ruang apresiasi dan nguri-unguri budaya. Di era millennia banyak yang sudah mengabaikan kesenian lokal. Bahkan tidak mengenal. Namun saya bangga masih ada yang peduli terhadap pertunjukan rakyat,” imbunya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz  mengapresiasi dari sisi tema dan seni budaya yang ditampilkan. Pasalnya menyambung demokrasi yang tengah berkembang, sehingga dapat mengedukasi masyarakat secara luas.

”Inilah yang kami idam-idamkan. Jadi pertunjukan festival harus dilestarikan, karena selain seni dan budaya, juga pemersatu anak dan bangsa,” ungkapnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)