Sepekan Parkir Truk Dishub Raup Rp 5 Juta – Radar Kudus

Portal bambu dipasang di pintu masuk dan keluar terminal parkir truk di Desa Sendangasri, Lasem. Sebagai Tanda kalau lahan parkir di dalamnya sudah penuh dengan truk tronton dan trailer.

Berdasarkan data dari petugas jaga terminal parkir, total ada 150 truk yang parkir. Setiap masuk, petugas mencatat plat nomor truk. Identitas sopir seperti nama dan nomor KTP juga dicatat. Termasuk tanggal truk itu masuk.

Tarif parkir truk di terminal milik Dishub itu Rp 5 ribu per malam. Rata-rata, truk yang saat ini parkir sudah mulai masuk terminal sebelum ada anjuran larangan dari pemerintah. Anjuran itu mulai H-4 lebaran.

Sehingga, mayoritas truk parkir sepekan lebih. Jika dihitung, retribusi dari parkir truk selama lebaran sekitar Rp 5 juta. Itu jika dihitung rata selama sepekan truk menginap. Bisa bertambah jika ada truk yang menginap lebih dari sepekan.

Biasanya para sopir mulai memberangkatkan truk usai kupatan. Truk-truk yang diparkir mayoritas dikemudikan oleh warga Rembang sendiri. Mereka banyak yang berasal dari Kecamatan Lasem, Pancur dan Pamotan.

Mereka lebih memilih parkir di terminal tersebut karena keamanannya lebih terjamin. Setiap hari ada petugas yang berjaga secara bergiliran. Kalaupun ada barang yang hilang, bisa dipertanggungjawabkan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabu­paten Rembang Suyono mengakui, menumpuknya truk yang parkir di terminal tersebut salah satunya karena ada anjuran larangan angkutan barang melintas selama lebaran.

Terminal parkir truk itu sebenarnya mampu menampung 300 unit kendaraan. Sebenarnya, dengan jumlah 150 truk yang saat ini parkir masih bisa ditambah lagi. Masih ada tempat kosong di sisi utara atau belakang yang bisa dibuat parkir.

”Sebenarnya bukan larangan. Hanya dianjurkan bagi angkutan barang agar tidak melintas. Karena bisa mengganggu kendaraan kecil,” ungkapnya.

(ks/lid/ali/top/JPR)