Sepekan, Tiga Anak Positif DB – Radar Kediri

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Nganjuk Syaifulloh mengatakan, di awal Januari, ada tiga pasien yang positif terkena DB. Mereka berusia di bawah lima tahun. Ketiganya berasal dari tiga kecamatan. Yakni, Prambon, Loceret dan Pace. “Masih balita (bawah lima tahun),” kata Syaifulloh kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Setelah menjalani perawatan, ketiga pasien itu sudah meninggalkan rumah sakit. Meski demikian, adanya tiga kasus di minggu pertama Januari ini jadi evaluasi dinkes. Untuk mencegah penyebaran wabah DB di lingkungan mereka, dinkes langsung melakukan fogging. “Kami juga berikan abate di setiap rumah,” ungkapnya.

Dibanding orang dewasa, lanjut dia, anak-anak dan balita memang lebih rentan terkena DB. Biasanya, nyamuk akan menggigit saat seseorang sedang terlelap tidur. Sementara orang yang beraktivitas di pagi dan siang hari, lebih sulit terjangkit.

Syaifulloh mengakui, pada awal tahun biasanya penderita DB mengalami peningkatan. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir intensitas hujan semakin tinggi. Karena itulah, banyak tempat penampungan air yang menjadi sarang nyamuk.  Siklus itu, menurut Syaifulloh, akan terus meningkat sampai Februari dan Maret. Setelah itu, seiring intensitas hujan mulai turun, jumlah penderita DB juga mengalami penurunan.

Mengacu pada data tahun lalu, misalnya. Jumlah penderita tertinggi tercatat saat musim hujan di awal tahun. Yakni, Januari 15 orang, Maret 10 orang dan Februari 7 orang. Sementara di akhir tahun, jumlah penderita terbanyak ditemukan di bulan November sebanyak enam penderita.

Untuk mencegahnya, Syaifulloh mengungkapkan, dinkes sudah meminta masyarakat untuk menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Salah satunya dengan 3M (menguras, mengubur, menutup). “Pada akhir Januari, kami lakukan serentak,” imbuhnya.

Dengan upaya tersebut, dia berharap tempat penampungan air yang terbuka semakin sedikit. Sehingga, nyamuk sulit untuk berkembangbiak. Karena itulah, dia meminta setiap rumah tangga bersedia membersihkan lingkungan di sekitar kediamannya. “Tanpa diminta, seharusnya dibersihkan sendiri. Itu untuk mencegah sarang nyamuk,” urainya.

Untuk diketahui, selama musim hujan DB tercatat sudah merenggut satu nyawa. Dia adalah Taskin, bocah perempuan berusia 8 tahun asal Desa Pacewetan, Kecamatan Pace. Diduga, dia terlambat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami demam tinggi selama berhari-hari. 

(rk/baz/die/JPR)

Source link