Serbuk Petasan Meledak, Satu Tewas, Dua Luka Parah – Radar Madura

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengatakan, kejadian yang merenggut nyawa itu terjadi sekitar pukul 07.00. Tepatnya di Dusun Pangapirah, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan.

Abdullah mengendarai motor dari timur. Sesampainya di depan toko di Desa Plakpak, tiba-tiba barang yang dia bawa meledak. Setelah diidentifikasi, barang yang meledak itu merupakan serbuk petasan.

Akibatnya, motor Yamaha Jupiter nopol M 3024 BJ hangus terbakar. Pengendaranya mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Terdapat luka bakar dan robek di lengan bagian kanan korban.

Punggung korban juga mengalami luka bakar. Bagian kaki kiri bawah, penis, serta muka korban terdapat luka bakar. Sekitar 30 menit dari kejadian, luka bakar itu semakin parah. ”Luka bakar parah, 64 persen,” kata Osa Maliki.

Abdullah langsung dilarikan ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo untuk mendapat perawatan intensif. Namun, upaya medis yang dilakukan tim dokter belum berhasil. Abdullah mengembuskan napas terakhir di rumah sakit pelat merah itu.

Selain Abdullah, ada korban lain akibat ledakan serbuk mercon tersebut. Yakni, Usman, 42 dan Ubaidillah, 12, warga Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan. Pada saat kejadian, ayah dan anak itu berpapasan dengan Abdullah.

Mereka mengendarai motor Honda Blade nopol B 6416 STY. Namun, karena kekuatan ledakan keras, Usman dan Ubaidillah juga menjadi korban.

Usman mengalami luka robek di lengan kiri. Dahinya juga terdapat luka robek. Kaki kanan bawah bengkak, bahkan tulangnya sampai terlihat. Luka robek yang dialami Usman tergolong parah.

Sementara Ubaidillah mengalami luka bengkak di bagian bibir atas dan bawah. Gigi depan bergeser ke dalam. Lalu, luka robek di bangian pangkal hidung dan pipi kanan. Luka robek juga di kaki bagian kanan. ”Luka bakar sekitar 18 persen, dan luka robek tergolong parah,” ujar Osa Maliki.

Selain menelan korban jiwa, ledakan serbuk petasan itu juga menyebabkan kerusakan toko milik H Hamid. Etalase kaca pecah, daun jendela dan sangkar burung di toko tersebut mengalami kerusakan.

Toko milik Ruki yang berdempetan dengan toko milik H Hamid juga mengalami kerusakan. Sejumlah rumah penduduk pun mengalami kerusakan. ”Di sekitar TKP banyak yang rusak,” sebutnya.

Kasus ledakan tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Pamekasan. Sejumlah saksi dimintai keterangan. Osa Maliki berharap, kejadian tersebut dijadikan pelajaran bagi masyarakat agar tidak bermain barang berbahaya seperti bahan peledak mercon.

(mr/pen/hud/luq/bas/JPR)