SGM, taman pintar, SGM explore, anak-anak, lomba, – Radar Jogja

Melalui kegiatan tersebut menjadi ajang berekreasi dengan keluarga sekaligus menstimulasi potensi si Kecil dengan cara yang menyenangkan melalui wahana edukatif Jejak Nutrisi di Taman Pintar. Berbagai aktivitas digelar seperti lomba mewarnai, menyanyi atau menari. Tapi bagi kelompok usia tertentu penilaiannya berbeda. “Seperti anak yang bisa makan sendiri itu juga sudah prestasi selain bisa menari atau menyanyi,” ujar Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani.

Menurut dia untuk mendorong anak memiliki 5 Potensi Prestasi Anak Generasi Maju, orang tua harus menggali lima aspek tumbuh kembang anak yang saling berkaitan. Yaitu dari aspek fisik, kognitif, emosi, bahasa dan sosial. “Hal ini diperlukan karena lima potensi anak generasi maju tidak tumbuh instan, namun perlu dikembangkan sejak dini,” terangnya.

Marketing Manager SGM Eksplor, Astrid Prasetyo menambahkan wujud nyata terhadap komitmen SGM Eksplor di bidang pendidikan, SGM Eksplor mengajak orang tua untuk merayakan dan mendukung potensi prestasi yang ada di setiap anak Indonesia melalui kegiatan Sahabat Generasi Maju. Para orang tua diajak untuk menceritakan potensi prestasi yang dimiliki oleh si Kecil dengan mengupload foto dan cerita potensi prestasi si Kecil ke akun Facebook mulai dari 19 April hingga 8 Juli 2018.

Dalam rangkaian kampanye Anak Generasi Maju, SGM Eksplor juga bekerja sama dengan PAUD sebagai institusi pendidikan usia dini. PAUD dinilaj memiliki peranan penting bagi perkembangan anak juga akan memperoleh perhatian khusus dari SGM Eksplor untuk mendukung pendidikan generasi maju. “Kami akan bekerjasama dengan 100 PAUD yang tersebar di seluruh Indonesia dalam bentuk edukasi nutrisi dan dana pendidikan,” tegasnya.

Astrid juga mengaku dukungan yang selama ini telah diberikan oleh SGM Eksplor dalam hal edukasi nutrisi akan terus dilakukan dalam skala yang lebih besar. Salah satunya melalui kegiatan Mini Mobi dan aktivasi digital. Pada 2018, aktivitas Mini Mobi akan berkeliling ke 8.000 area di Indonesia dan melakukan edukasi nutrisi dan stimulasi bagi anak-anak melalui berbagai permainan edukatif. “Edukasi nutrisi juga dilakukan melalui media digital di Facebook,” paparnya.

(rj/jpr/ong/JPR)

Source link