Siagakan Seratus Personel Jaga Perlintasan – Radar Kediri

Kanit Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas (Dikyasa) Satlantas Polres Nganjuk Ipda Herry Buntoro mengatakan, sebanyak 100 personel difokuskan di 10 crossing mulai Wilangan hingga Kertosono. “Penjagaan yang paling penting di crossing itu. Untuk mencegah masyarakat melintas,” kata Herry.

Lebih jauh Herry mengatakan, di 10 crossing tersebut ke depan akan menggunakan overpass dan underpass. Tetapi, dalam operasional secara fungsional lebaran ini, overpass dan underpass masih belum selesai. Karenanya, harus dilakukan penjagaan.

TAK BOLEH MELINTAS: Sejumlah pengendara sepeda motor masih melewati ruas tol Wilangan-Kertosono. Mulai hari ini, jalan bebas hambatan itu tidak boleh dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
(REKIAN – JawaPos.com/Radarkediri)

Selain personel yang berjaga di tiap pos di crossing tol, Herry menyebut anggota satlantas juga berjaga di dua lokasi rest area. Yaitu di interchange Kelurahan Begadung, Kecamatan Kota Nganjuk dan di Masjid Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom.

Di luar dua titik tersebut, Herry mengatakan, pihaknya akan melakukan patroli di sepanjang ruas tol. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika ada pengendara atau pejalan kaki yang melintas di tol. “Karena masih dioperasikan secara fungsional, ini yang harus kami antisipasi,” tegas perwira yang Kamis (7/6) lalu mengecek kondisi fisik ruas tol mulai Wilangan hingga Kertosono tersebut.

Untuk diketahui, berbeda dengan ruas tol Madiun, tol Wilangan-Kertosono masih belum dilengkapi pagar pengaman di sisi kanan dan kirinya. Padahal, di sepanjang ruas tol banyak yang bersinggungan dengan jalan desa. Pun jalan yang merupakan akses warga ke sawah.

Karenanya, salah satu yang harus diantisipasi petugas keamanan adalah adanya warga yang tiba-tiba melintas di tol saat lalu lintas padat arus mudik dan balik nanti. “Ini yang berbahaya,” imbuh Herry.

Seperti diberitakan, operasional tol Wilangan-Nganjuk yang sedianya dimulai Jumat (8/6) kemarin diundur hari ini. Salah satu penyebabnya, pengecoran Jembatan Besuk dan interchange di Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk belum selesai.

Tidak hanya itu, pengendara juga tidak bisa melaju kencang di ruas tol fungsional tersebut. Keberadaan sejumlah titik jalan yang tidak rata membuat kecepatan maksimal di tol dibatasi maksimal 40 kilometer per jam.

Tol juga belum dioperasikan selama 24 jam. Melainkan, mulai pukul 06.00 hingga pukul 17.00. Untuk arus mudik mulai 9-16 Juni, tol akan dioperasikan dari arah timur ke barat. Kemudian, untuk arus balik tanggal 17-24 Juni, tol dioperasikan dari barat ke timur atau arah Solo-Surabaya.

Sementara itu, terkait kesiapan fisik tol jelang pengoperasian hari ini, Herry mengatakan, pengecoran di Jembatan Besuk sudah selesai. Demikian juga dengan pengecoran di interchange Begadung. “Sudah selesai dan siap dioperasikan,” kata Herry.

Sayang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Solo-Kertosono Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indra Rismawansyah belum bisa dikonfirmasi terkait progres fisik tol terbaru. Meski demikian, Kamis lalu dia memastikan pengecoran di dua titik tersebut bisa tuntas. “Bisa dioperasikan mulai Sabtu,” kata Indra.

(rk/rq/die/JPR)

Source link