“Dari Tulungagung akan dibagi ke dalam tiga kloter. Pertama, kloter 49 sebanyak 186 CJH yang merupakan gabungan dengan CJH dari luar kota. Kedua, kloter 50 sebanyak 445 CJH dan yang ketiga, kloter 51 sebanyak 445 CJH,” kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Tulungagung Imron Rosadi kemarin (6/7).                   

Dia menjelaskan, kloter 49 akan masuk ke Asrama Haji Sukolilo pada 2 Agustus pukul 08.00 dan akan berangkat 3 Agustus pukul 13.15. Sedangkan kloter 50 masuk ke asrama haji pada 2 Agustus pukul 12.00 dan berangkat pada 3 Agustus pukul 12.30. Terakhir, kloter 51 masuk ke asrama haji pada 3 Agustus pukul 07.00 dan berangkat pada 4 Agustus pada pukul 04.00.

“Semua calon jamaah haji jangan sampai ada yang terlambat mulai masuk ke asrama haji di Sukolilo, Surabaya,” katanya.

Terkait kesiapan dokumen keimigrasian, pihak Kemenag mengklaim sudah siap semua. Dengan begitu, diharapkan lancar selama berada di Makkah.

Dia mengungkapkan, para CJH para calon telah melaksanakan manasik haji tingkat kabupaten pada 3 Juli. Nanti proses manasik haji akan dilanjutkan di tingkat kecamatan.

“CJH akan berkumpul kantor urusan agama (KUA) kecamatan masing-masing dan dibina petugas dari KUA kecamatan,” tandasnya.

Dia mejelaskan, manasik haji di tingkat kecamatan akan lebih detail dan dijadwalkan selama enam kali mulai dari  9 hingga 15 Juli. 

Untuk menjaga kesehatan, lanjut dia, CJH saat melaksanakan ibadah haji, dari Kemenag Tulungagung telah menyiapkan enam tenaga medis.

“Dari kabupaten menyiapkan enam tenaga medis, dua dokter, dan empat paramedis,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, enam tenaga medis tersebut hanya bertugas di kloter kedua dan ketiga. Sedangkan untuk kloter pertama, merupakan kloter gabungan dokter dan paramedis yang bertugas berasal dari luar  Tulungagung.

Dia mengimbau CJH untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima hingga keberangkatan sampai kepulangan nanti.

“Keberangkatan tinggal sebentar lagi. Sebaiknya calon jamaah haji harus menjaga kesehatan agar lancar dalam melakukan ibadah di sana. Tak boleh dilupakan juga, harus menjaga sopan santun di negara Arab Saudi, ” ujarnya. (c1/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)