Sidak Mamin – Radar Bromo

Mamin itu ditemukan di pusat grosir mamin di Jalan Praj. Siaman, Kota Probolinggo. Kamis (14/12), tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo bersama sejumlah OPD di lingkungan Pemkot, memang menggelar razia produk mamin dan kosmetik di sejumlah pertokoan. Ini dilakukan untuk menyikapi makin dekatnya perayaan Natal dan tahun baru. 

Sasarannya yaitu dua supermarket,  dua minimarket, dan satu toko grosir mamin. Seperti toko grosir mamin di Jalan Praj. Siaman. Sementara fokus sidak yaitu, izin BPOM, tanggal kedaluwarsa dan kondisi fisik produk. 

Hasilnya, tim dari Dinkes menemukan ada produk makanan curah yang tidak punya tanggal kedaluwarsa di pusat grosir mamin di Jalan Praj. Siaman. Namun, Lucia pemilik toko berdalih, tanggal kedaluwarsa ada pada bungkusan besar. “Kemudian, saat dipindah ke kemasan kecil, tanggal kedaluwarsa tidak dicantumkan,” tuturnya. 

Rini Sayekti, kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan di Dinkes Kota Probolinggo menegaskan, tanggal kedaluwarsa harus disertakan di kemasan ulang. “Sehingga bisa diketahui tanggal batas akhir konsumsi, ” ujarnya. 

Dalam sidak tersebut juga ditemukan makanan dalam kemasan kaleng dengan kondisi penyok. Sekda dr Bambang Agus Suwignyo yang memimpin sidak meminta pemilik toko agar tidak menjual kemasan produk yang penyok. “Barang-barang penyok seperti ini tidak layak jual. Jangan dijual,” ujarnya.

Sekda juga menyoroti jual beli makanan ringan dalam kemasan curah yang tidak dilengkapi tanggal kedaluwarsa. “Kalau ambil curah, minimal harus ada tanggal expired (kedaluwarsa).  Tolong diperhatikan itu.  Jadi konsumen bisa tahu tanggal expired,” ujar sekda. 

Sekda pun minta sejumlah produk ditarik dari display produk di pusat grosir itu.  Seperti susu kemasan yang masa kedaluwarsa November 2016, permen dan biskuit yang dikemas curah tanpa tanggal kedaluwarsa. 

Tim juga mendatangi supermarket ST di Jalan dr. Soetomo. Di sini, tim memeriksa produk mamin dan kosmetik. Ditemukan, ada produk makanan curah dengan ijin PIRT hanya 12 digit,  seharusnya 15 digit. 

Untuk kosmetik,  tim memeriksa produk kosmetik pemutih. Yang diperiksa adalah kandungan mercuri dan hidroquinon lebih dari 2 persen. Pemeriksaan izin edar juga dilakukan oleh tim. Namun, produk kosmetik yang ada di ST, maupun KDS masih aman. 

Pemerah pipi juga diperiksa. Apakah mengandung rhodamin B dan merah K3. Keduanya merupakan bahan pewarna berbahaya. Namun, tidak ada temuan di sini. 

“Untuk kosmetik pemutih harus diperiksa ada tidaknya kandungan mercury dan hidroquinon. Sedangkan untuk blush on atau makeup harus dipastikan tidak asa kandungan rhodamin B maupun pewarna merah K3,” ujar Triana,  Kasie Farmasi,  Dinkes Kota Probolinggo. 

(br/put/mie/JPR)

Source link