Sidang Dosen SS – Radar Bromo

TERJERAT SS: Pasutri Putut dan Baby saat menjalani sidang perdana di PN Probolinggo, Rabu (17/1).
(Zainal Arifin/ Radar Bromo)

MAYANGAN–Pengacara kondang Kota Probolinggo yang juga dosen universitas panca marga (UPM), Putut Gunawarman, 45 dan istrinya Baby Viruja, 40 mulai diadili di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo, Rabu (18/1). Pasutri ini ditangkap karena terkait kepemilikan sabu-sabu (SS). 

Dalam sidang perdana tersebut, pengacara terdakwa menerima dakwaan yang dibacakan majelis hakim. Karena itu, pengacara terdakwa tidak melakukan eksepsi.

Dalam sidang yang digelar sekitar pukul 12.20 itu, kedua terdakwa didampingi tim pengacara yang diketuai Budi Santoso. Putut sendiri yang biasanya mendampingi terdakwa saat menjalankan profesinya sebagai pengacara, harus duduk di kursi pesakitan. Tak lupa dengan rompi merah yang memang dipakaikan pada terdakwa.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Hadi Sunoto dengan hakim anggota, Lucy Ariesty dan Isnaini Imroatus S, itu berlangsung lancar. Putut dan Beby yang duduk di kursi terdakwa, tampak menyimak dakwaan yang dibacakan majelis hakim. Sesekali, pasangan suami-istri (pasutri) ini menunduk.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kota Probolinggo, Koeshartanto mengatakan, dakwaan yang dikenakan dalam berkas perkara nomor berkas perkara nomor 2/pid.Sus/2018/PN Pbl, yakni pasal 112 dan pasal 127 UU 35/2009 tentang Narkotika. “Namun, kami masih belum tahu, apakah masuk pada pasal 112 atau 127 KUHP tentang Narkotika,” terangnya.

Budi Santoso sendiri mengatakan, dakwaan JPU menurutnya sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ia tidak melihat ada yang salah dengan dakwaan tersebut. Karenanya, tim penasihat hukum yang diketuai dirinya, tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

“Pada hakikatnya, eksepsi dilakukan hanya untuk kepentingan administrasi saja. Setelah kami mendengar pembacaan dakwaan, ternyata sudah disusun dengan benar. Sehingga kami tidak mengajukan eksepsi. Kami menginginkan proses persidangan ini cepat selesai,” terangnya saat ditemui koran ini seuasi sidang.

Sidang sendiri berlangsung singkat, yakni sekitar 25 menit. Usai pembacaan dakwaan, sidang ditutup untuk dilanjutkan kembali Selasa (23/1) pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi. 

“Untuk agenda sidang selanjutnya, saya minta terdakwa tetap dihadirkan. Begitu juga dengan saksi-saksi,” terang ketua majelis hakim, Hadi Sunoto sebelum mengetok palu.

Diketahui, Satreskoba Polres Probolinggo Kota mengamankan pengacara kenamaan Kota Probolinggo, Putut Gunawarman. Ia diduga sebagai pemakai sabu-sabu. Ironisnya, eks Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Panca Marga (UPM) ini, ditangkap bersama Beby Viruja, istrinya.

Pengakuan keduanya pada polisi, konsumsi sabu itu dilakukan sejak dua tahun terakhir. Keduanya berdalih, nekat mengonsumsi barang haram itu untuk menambah stamina. Dari situ, keduanya merasa ketagihan.

Bahkan, sebelum ditangkap, Putut dan Baby sedang nyabu di rumahnya. Yakni, di Perumahan Kopian, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Keduanya mengaku menghisap sabu sebanyak 8 kali.

Sabtu (29/10) sekitar pukul 20.30, keduanya diamankan Satreskoba Polres Probolinggo Kota bersama Polsek Kademangan. Adapun barang bukti (BB) yang diamankan saat itu, di antaranya sebuah plastik klip kecil berisi sabu seberat 0,045 gram; pipet; sedotan; kompor korek; dan 2 buah korek api. 

(br/mie/rpd/mie/JPR)

Source link