Supranoto melanjutkan, kasus ini terungkap karena pemilik LBB yang beramat di Jalan Nginden Intan Raya No.10 A, Sukolilo, Surabaya melaporkan kejanggalan uang pembayaran les dari orang tua siswa. Dalam catatan LBB, sejumlah siswa masih dalam kondisi menunggak pembayaran. Namun setelah dikonfirmasi, orang tua siswa mengaku telah menyetorkan uang les sebagaimana aturan LBB. Bahkan mereka bisa menunjukkan bukti pembayaran les. “Hasil penyelidikan dari bukti-bukti yang terkumpul mengerucut kepada tersangka yang tidak lain adalah karyawan LBB tersebut,” imbuh Supranoto.

Cara kerja tersangka, saat orang tua siswa LBB membayar uang les, tersangka mencatat pada kwitansi biru yang dibawa tersangka sendiri. Padahal pihak LBB telah menyediakan kwitansi berwarna merah. “Kemudian uang pembayaran itu dikantongi sendiri oleh tersangka tidak disetorkan kepada pemilik LBB,” beber Supranoto.

Sabtu (7/7) pagi, polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka. Selanbjutnya dibawa ke Mapolsek Sukolilo untuk penyelidikan lebih lanjut.  

Tersangka mengaku uang hasil penggelapan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Ia juga mengaku telah berkali-kali melakukan penggelapan tersebut. Dari penangkapan kasus penggelapan tersebut, polisi mengamankan 2 bendel kwitansi warna merah milik pengelola LBB dan satu bendel kwitansi warna biru milik tersangka sebagai barang bukti.

Kini tersangka telah mendekam di Mapolsek Sukolilo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penggelapan. (son/rtn)

(sb/son/jek/JPR)