Sisa Anggaran Lelang Tembus Rp 9,2 Miliar – Radar Tulungagung

Ramelan, Kabag Administrasi Pembangunan, Sekretariat Daerah, tidak menampik bahwa belum ada progres yang menonjol pada semester pertama tahun ini. Menurutnya, per akhir Juni kemarin ada sekitar 37 paket kegiatan yang telah selesai dilelang.

Sebagian sudah masuk tahap tanda tangan kontrak kegiatan. Artinya, untuk sementara ini serapan anggarannya pun masih belum begitu signifikan.

“Tapi kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kemungkinan tahun ini lebih baik,” katanya.

Mantan pejabat dinas perhubungan ini menyebut, dari 37 kegiatan ini terdapat sejumlah sisa anggaran sebagai dampak proses pelelangan.

Totalnya sekitar Rp 9,2 miliar. Itu merupakan selisih dari pagu anggaran kegiatan dan penawaran yang menang dalam pelelangan. Menurutnya, sisa lelang tersebut akan menjadi salah satu pos tambahan dalam perubahan anggaran tahun ini.

Dia juga mengungkapan, ada kemungkinan terdapat perubahan jumlah kegiatan yang bakal dilelang tahun ini. Jika sebelumnya dia sempat menyampaikan ada sekitar 122 paket kegiatan yang dilelang, kemungkinan jumlah itu bakal menyusut. Sebab, pihaknya tidak akan melelang kegiatan sebanyak itu karena ada beberapa kegiatan yang tidak jadi dilelang tahun ini, salah satunya pembangunan Pasar Pon.

Di sisi lain, beberapa pihak pemilik kegiatan juga memilih e-catalog untuk proses pengadaan barang dan jasa tersebut.

Ramlan menambahkan, selama ini pihaknya membuat perkiraan daftar kegiatan lelang tersebut dari jumlah atau nilai kegiatan yang masuk dalam standar lelang. Adapun terkait lelang, tidak sepenuhnya tergantung pada pemilik kegiatan atau pejabat pembuat komitmen (PPK) yang ada di tiap-tiap dinas.

“Misalnya, untuk pengadaan barang bisa pakai e-catalog,” terangnya.

Dia juga mengakui, cepat dan tidaknya proses lelang tergantung pada kesiapan dari setiap dinas. Jika dokumen kegiatan cepat terselesaikan, itu juga otomatis kegiatan bisa segera di-launching dalam pelelangan dan segera dikerjakan.

Hanya saja, juga diperlukan kecermatan dalam menyusun dokumen tersebut. Sebab, jika ada yang dinilai kurang tepat, pihaknya juga tidak mau dipersalahkan. Sehingga jelas dokumen itu akan kembalikan untuk disesuaikan. (hai/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)