Sisihkan Keuntungan Salad Buah untuk Berbagi – Radar Kudus

Di tengah waktu senggangnya Sri Antini mencoba berkreasi. Dia membuat salad buah dan menjualnya dengan sistem delivery. Meski hasil jualan tak seberapa, dia bertekad sisihkan keuntungannya khusus untuk berbagi.

ACHMAD ULIL ALBAB, Kota

Sejak empat bulan lalu, Sri Antini mempunyai kesibukan baru. Tentu selain menjadi staf di Sekretariat DPRD Kabupaten Pati. Di waktu senggangnya, perempuan berkacamata yang karib disapa Aan ini memilih menyibukkan diri berkreasi dengan buah.

Aan membuat salad buah. Dia membuat salad buah dan juga jus sehat. Kegemarannya berkreasi membuat makanan ini sebab berawal dari hobinya.

”Dulu memang hobi masak-masak. Bikin aneka kue terutama. Tetapi kini coba-coba bikin makanan sehat dari buah,” kata Aan kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sistem jualannya ini dengan pesanan. Biasanya minimal satu hari sebelum pemesanan. Penggemar salad buah ini terutama datang dari karyawan-karyawan kantor. Ada juga datang dari ibu-ibu muda. ”Banyak ibu-ibu muda yang pesan, biasanya anaknya gak suka buah. Nah disiasati dengan olahan buah menjadi salad ini supaya lebih menarik untuk anak-anak,” terangnya.

Hampir tiap hari pesanan salad buah selalu datang. Ada yang berbeda, dari keuntungannya berjualan salad buah itu, Aan menyisihkan 10 persen untuk disalurkan ke komunitas berbagi di Pati.

”Ya jualan biasa aja sih. Tapi memang keuntungan saya 10 persen saya donasikan untuk komunitas berbagi di Pati,” kata perempuan yang selain di komunitas, juga menyibukkan diri peduli mengurus dhuafa di kampungnya ini.

   Dengan melakukan itu, Aan punya maksud lain. Selain diniati bersedekah. Dirinya ingin mengajak yang lain untuk melakukan hal yang sama. Aan ingin lebih banyak orang lagi yang mau peduli. Dengan cara sederhana, yang penting bisa meringankan beban sesama.

”Menyisihkan sebagian keuntungan meski sedikit, memang untuk mengajak yang lain agar gemar berbagi. Meski sedikit,” imbuh perempuan yang juga menjadi bagian komunitas Ayo Berbagi di Pati dan komunitas Sedekah Rombongan ini.

Dari hasil menyisihkan keuntungan itu, Aan bisa mengumpulkan setidaknya Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu dalam sepekan. ”Memang saya sediakan sebuah kotak di rumah. Tiap keuntungan memang saya taruh disitu,” imbuhnya.

Dalam sehari, Aan setidaknya membuat 10 hingga 30 boks. Dia mengerjakannya sendiri. Biasanya dikerjakan pada saat pagi sebelum berangkat kerja atau malam hari.

”Memang dasarnya seneng berkreasi. Gatal tangan saya kalau tak menyalurkan hobi berkreasi seperti ini. Disamping menjadi pekerjaan sampingan, juga menjadi cara untuk menyisihkan sebagian rezeki saya bagi sesama,” terangnya.

(ks/him/top/JPR)