Siswa dan Guru Antusias Ikut Meramaikan – Radar Surabaya

RANCAK: Tim Brass Band yang aktraktif menampilkan orkestrasi musik dari perkusi, kibor, gitar, maupun terompet hingga saksofon yang memanjakan mata dan telinga.
(INDRA WIJAYANTO/RADAR SURABAYA)

YAMAHA talent school battle di SMA Muhammadiyah (SMAM) 10 Surabaya, Selasa (16/1), mendapat apresiasi yang luar biasa dari para guru, siswa, dan kepala sekolah di Jalan Genteng tersebut. Mereka tumplek blek menyaksikan penampilan anak didiknya memeriahkan acara yang digelar sebagai kompetisi adu bakat antar-siswa SMA untuk unjuk gigi di konser Isyana Sarasvati yang akan digelar oleh Yamaha di Surabaya Town Square (Sutos) pada 27 Januari nanti.

“Kami berterimakasih atas kepercayaan dari pihak Yamaha dan Radar Surabaya menunjuk sekolah kami sebagai salah satu tempat penyelenggaraan acara ini. Ini juga sekaligus untuk memotivasi siswa menampilkan kreasi-kreasi terbaiknya. Karena kebetulan, SMA Muhammadiyah 10 konsen pada pembelajaran siswa di luar kelas dengan aneka kegiatan yang sengaja kami siapkan untuk mewadahi bakat-bakat non-akademik siswa,” kata Sudarusman ST, kepala SMAM 10 Surabaya.

LUWES: Tari Yosakoi dengan ciri khas gerakan tangan dan kaki yang dinamis, dibawakan secara apik dan luwes oleh siswi SMAM X.

LUWES: Tari Yosakoi dengan ciri khas gerakan tangan dan kaki yang dinamis, dibawakan secara apik dan luwes oleh siswi SMAM X.
(INDRA WIJAYANTO/RADAR SURABAYA)

Penampilan siswa dibuka dengan atraksi grup pasukan pengibar bendera (paskib) yang menampilkan gerakan baris berbaris dengan iringan musik ala Gangnam Style. Dilanjutkan dengan atraksi pertarungan tangan kosong dan bersenjata dari tim beladiri pencak silat Tapak Suci dan karate.

Atraksi mulai heboh dengan penampilan penari Yosakoi. Mengenakan busana ala kimono sambil membawa alat musik khas naruko di kedua tangannya, lima orang siswi menari rancak mengikuti irama musik alam laiknya penari dari Jepang.

SINERGI: Guru serta siswa-siswi penampil bersama tim Yamaha dan Radar Surabaya di acara Yamaha Talent Battle School.

SINERGI: Guru serta siswa-siswi penampil bersama tim Yamaha dan Radar Surabaya di acara Yamaha Talent Battle School.
(INDRA WIJAYANTO/RADAR SURABAYA)

Berikutnya, acara semakin panas dengan penampilan grup band kebanggaan sekolah, Brass Brand. Grup orkestra mini dari para siswa dan siswi SMAM 10 ini menampilkan orkestrasi musik dari perkusi, kibor, gitar, maupun terompet hingga saksofon yang memanjakan mata dan telinga.

Mereka membawakan musik-musik hits kekinian mulai dari Havana (hits Camilla Cabello), Nurlela, hingga lagu tradisional Yamko Rambe Yamko dari papua yang mendapat aplaus dari para siswa dan guru. Saking menariknya orkestrasi Brass Band, MC dengan persetujuan penonton menampilkan kembali atraksi musik mereka. Namun, kali ini dengan iringan vokal dari salah satu siswi.

TIKET EMAS: Bramandra Putra, Digital Marketing PT Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha Jatim) menyerahkan tiket emas kepada tiga penampil terbaik mengikuti babak selanjutnya.

TIKET EMAS: Bramandra Putra, Digital Marketing PT Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha Jatim) menyerahkan tiket emas kepada tiga penampil terbaik mengikuti babak selanjutnya.
(INDRA WIJAYANTO/RADAR SURABAYA)

Setelah penampilan grup band Suporter yang mengandalkan harmonisasi musik perkusi dan tarian yel-yel SMAM 10, serta atraksi rebana dari para siswa berkebutuhan khusus, atraksi ditutup dengan penampilan vokal dari dua orang siswa yang meng-cover lagu Isyana Sarasvati. Akhirnya terpilih tiga penampil yang layak mendapatkan golden ticket. Mereka adalah grup Brass Band, siswi Almaizah yang menyanyikan lagu Isyana Sarasvati, dan grup penari Yosakoi. (jay)

(sb/jay/jay/JPR)