SMPN 2 Rembang Langganan Raih Nilai Tertinggi Unas di Kota Garam – Radar Kudus

Deviska Regilia Novimeliana yang meraih ranking satu, rata-rata 377,0 dari empat mata pelajaran. Masing-masing, bahasa indonesia nilai 98, bahasa inggris 94, matematika 92,5 dan IPA 92,5. Kemudian, Amelia Widiyanti peraih ranking tertinggi kedua unnas. Meraih rata-rata nilai 375,0. Rinciannya, bahasa indonesia 98, bahasa inggris 92, matematika 97,5 dan IPA 87,5.

Tidak hanya itu, tiga siswa SMPN 2 Rembang juga menorehkan nilai 100 untuk pelajaran matematika. Nilai ini diperoleh Torika Intan Pratiwi, Uqdatul La Aliy dan Naufal Dzaki Imtiyaz.

Begitupun secara keseluruhan, nilai rata-rata setiap tahunnya sekolah ini meningkat berdasarkan angkanya. Semua ini tidak lepas dengan dukungan semua pihak. Utamanya para guru yang tekun membimbing.

Kepala Sekolah SMPN 2 Rembang, Lilik Murdiatno mengamini berturut-turut sekolahnya mendominasi peringkat terbaik unas. Lalu tahun ini juga mendapatkan nilai 100 dalam mata pelajaran matematika. Semua ini tidak lepas kerja keras semua pihak.

”Sejak semester I sudah kami kasih tambahan pelajaran. Semester II di samping tambahan materi, ada pemantapan materi menghadapi UN,” katanya pada Jawa Pos Radar Kudus, Sabtu (26/5).

Mengawali tryout bulan Januari akhir. Sementara tryout di tingkat Kabupaten Rembang ada sebanyak dua kali. Lalu di tingkat sekolah menyelenggarakan sendiri dengan menggunakan UNBK selama tiga kali.

”Jadi kami menyelenggarakan tryout selama lima kali. Dari nilai-nilai yang diperoleh kita klasifikasi di tiap kelas. Mereka yang memiliki nilai bagus dikumpulkan satu, untuk menjadi percontohan teman lain, diproyeksikan nilai terbaik unnas tingkat kabupaten” terangnya.

Begitupun anak yang sedang dan kurang di kelompokkan. Tentu yang sudah baik pihak sekolah tidak perlu lagi mengundang orang tuanya. Namun yang kurang diundang (ada dua kelas, red), untuk sharing bersama membantu memotivasi putra dan putrinya.

Ternyata respons orang tua cukup bagus. Hal ini terbukti dari nilai rata-rata unnas di SMPN 2 Rembang meningkat, walaupun pusat menurun. Ini dapat terlihat kenaikan ada 4,5 digit dibandingkan tahun sebelumnya.

Tidak berhenti disitu saja, pihaknya juga rutin menggelar diskusi dengan empat guru mapel unnas. Termasuk guru wali kelas. Tujuannya, untuk memberikan motivasi bagi siswa. “Ini Karena budaya dan rata-rata terbaik menjadi tujuan SMPN 2 Rembang,” paparnya.

Pengawas SMPN 2 Rembang, Jumanto menyampaikan dirinya sejak awal turut memotivasi anak-anak mendapatkan nilai unas terbaik. Termasuk nilai rata-ratanya, meskipun orientasi di tingkat pusat menurun.

”Secara nasional menurun. Tetapi SMPN 2 Rembang mengalami kenaikan. Ke depan kami harapkan hasil nilai rata-rata terus meningkat,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong pejabat terkait. Utamanya memberikan penghargaan kepada anak-anak yang memiliki prestasi. Seperti misalnya, di SMA Taruna yang digratiskan gubernur. Bahkan, sebulannya diberikan uang saku Rp 500 ribu.

”Hal ini juga akan dirasakan Amelia saat lolos. Ketika ke depan cita-citanya masuk kedokteran, di sana juga mudah meraihnya. Makanya motivasi semacam ini sangat penting diberikan kepada mereka yang berprestasi,” doronganya.

(ks/noe/ali/top/JPR)