Sopir Tewas Diduga Dibunuh, Kaki Diikat, Tubuh Ditenggelamkan – Radar Mojokerto

MOJOKERTO – Kasus dugaan pembunuhan terjadi di Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Dakin, 35, warga Dusun Bacem, Desa Bening, Kecamatan Gondang ini ditemukan tewas mengenaskan dengan luka benda tumpul di kepala.

Kaki pria bertato naga di dada tersebut juga dalam kondisi terikat tali yang dikaitkan dahan kering. ’’Iya betul, dugaan awal memang pembunuhan,’’ kata Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Hanya saja, sejauh ini pihaknya tidak bisa memastikan di balik motif kasus yang menimpa korban. Pasalnya, tim satreskrim masih melakukan penyelidikan dan otopsi ke RS Bhayangkara Polda Jatim. ’’Masih kita dalami, karena diduga ada unsur kekerasan di tubuh korban,’’ tambahnya.

Dari hasil identifikasi tim Inafis, di tubuh korban juga ditemukan luka di kepala. Dugaan itu juga dikuatkan dengan kondisi kaki korban saat ditemukan dalam kondisi terikat tali. Tali itu dikaitkan dengan dahan yang diduga sebagai beban agar mayat korban tenggelam ke dasar air bekas galian C. ’’Kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi,’’ terangnya.

Hingga kemarin penyidik masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pembunuhan tersebut. Mengumpulkan barang bukti dan menggali keterangan saksi-saksi. Termasuk memeriksa orang yang kali pertama menemukan mayat korban dan yang terakhir bersama korban sebelum ditemukan tewas. ’’Yang jelas, sekarang masih kita kembangkan. Doakan saja semoga cepat terungkap,’’ terang Leonardus.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto menyebutkan, mayat korban pertama kali ditemukan Saturi, warga setempat saat memancing di kubangan bekas galian C di lokasi Senin (2/7) sekitar pukul 16.30. Posisi mayat mengapung di tengah kubangan berjarak sekitar 200 meter dari daratan. ’’Korban mengapung di tengah kubangan tersebut tanpa busana,’’ ungkap Mustofa, salah satu relawan.

Kondisi medan yang terjal dan kedalam kubangan mencapai 5 meter membuat proses evakuasi berjalan lama. Dengan menggunakan ban dalam mobil bekas yang diikat tali, sekitar pukul 19.00 tim relawan bersama polisi baru bisa mengevakuasi korban. Tidak ada satupun identitas yang ditemukan di tubuh korban. ’’Kondisinya sudah membusuk, perkiraan sudah tiga hari meninggal,’’ tuturnya.

Jenazah korban lantas dibawa ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk dilakukan visum dan identifikasi. ’’Setelah diidentifikasi Inafis memakai alat mambis (mobile automatic multi biometric identification system),  identitas korban baru bisa kita ketahui,’’ tambah Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery.

Untuk proses penyelidikan, kemarin jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum, Porong, Sidoarjo untuk dilakukan otopsi. ’’Sambil menunggu hasilnya, anggota di lapangan juga masih mencari bukti petunjuk di lokasi kejadian,’’ pungkas Fery. 

(mj/ori/ris/JPR)

Source link