Sosialisasi kepada Warga Suku Tengger – Radar Jember

Bahkan, dalam kegiatan yang dilakukan di Kawasan Wisata Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, ini bukan hanya dihadiri oleh KPU Lumajang saja. Namun, KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur pun tampak hadir. Apalagi, sosialisasi memang cukup unik karena sasarannya adalah warga terpencil di Lereng Semeru yakni Suku Tengger.

Petugas pun turun langsung untuk memberikan materi tentang pentingnya pemilu, pilkada dan pemilihan kepala daerah lainnya. Sehingga mereka pun rela turun sendiri untuk melakukan sosialisasi yang menempuh jarak dan waktu cukup jauh dari pusat Kecamatan Senduro ini. Bisa dikatakan, bukan hal mudah untuk mencapai lokasi ini.

Namun, meskipun lelah mereka cukup antusias, karena mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Apalagi, mereka di sana juga bisa sekaligus refreshing karena dimanjakan oleh nuansa alam pegunungan yang cukup mempesona di Desa Ranupane karena persis berada di kaki Gunung Semeru.

 Ketua KPU Jatim Eko Sasmito menegaskan pihaknya memang berharap sosialisasi pilkada ini bisa diketahui oleh seluruh masyarakat. “Termasuk yang ada di daerah pinggiran seperti ini,” jelasnya. Hal ini penting agar mereka bisa menentukan nasib masa depan daerah sesuai dengan pemimpin yang dipilihnya.

Sementara itu, Eko menuturkan bahwa untuk tahapan setelah dilakukan penentuan daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Jatim, maka tahapan selanjutnya adalah pemungutan dan penghitungan suara. Dan saat ini sudah dimulai tahapan menuju ke sana, yakni nanti saat masyarakat datang ke TPS (tempat pemungutan suara) pada 27 Juni 2018.

Yakni saat masyarakat akan memilih. Namun, salah satu syaratnya harus terdaftar dalam DPT. Sebab hal itu adalah aturan yang wajib ditaati oleh semua calon pemilih dalam pilkada nantinya. “Tapi bukan berarti masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT tidak bisa memilih,” jelasnya.

Asalkan masyarakat mempunyai KTP elektronik, atau surat keterangan (suket) dari pihak terkait dalam hal ini dinas kependudukan dan catatan sipil setempat. Agar nantinya pada 27 Juni 2018 bisa menggunakan hak pilihnya. Tetapi memang untuk menampung pemilih dengan menggunakan KTP atau suket ini tidak dibarengkan dengan masyarakat yang masuk dalam DPT.

Masyarakat ini akan terjadwal proses penggunaan hak pilihnya. “Mereka memilih mulai pukul 12.00 – 13.00,” jelasnya. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi warga masyarakat untuk tidak menggunakan hak pilihnya karena pihaknya sudah memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk ikut berpartisipasi menentukan nasib daerahnya.

Eko sapaan akrabnya mengatakan, warga suku Tengger di Ranupani juga termasuk warga yang memiliki hak pilih. Dia berharap, agar semua Warga Tengger itu berbondong-bondong menuju ke TPS terdekat. “Sesuai dengan DPT yang telah diumumkan di balai desa atau balai dusun yang ada. 

(jr/fid/ram/das/JPR)

Source link