Status Awas Belum Dicabut, Pendaki Liar Masih Bernafsu Daki Gunung – Radar Bali

Sebelumnya tim relawan juga menemukan wisatawan lainnya di kawasan Pura Pasar Agung. Mereka pun sempat dimintai keterangan tim relawan.

Hasilnya, mereka berdalih sedang mencari foto di sekitar lereng Gunung Agung. Sempat berniat naik namun  tidak berani.

Dia adalah Muhamad Artiyanto, 35, asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Relawan dan petugas sempat menggeledahnya. Namun tidak ditemukan hal yang mencurigakan.

Dia pun langsung di lepas namun tidak diizinkan naik. Ketua Tim Relawan Pesebaya Gunung Agung Gede Pawana mengakui bahwa relawan Jagabaya memperketat penjagaan di jalur pendakian menuju Pura Pasar Agung.

Ini juga sekaligus untuk menjaga pura. Pasebaya menegaskan perlunya pengetatan. Karena siapa pun tetap dilarang naik ke puncak, apalagi orang asing.

Penjagaan juga dilakukan untuk mengecek dan menjaga Pura Pasar Agung kalau ada pamedek yang sembahyang dan tidak mematikan dupa.

Ini dilakukan karena Pura Pasar Agung sepi sehingga di khawatirkan akan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Selain dari Rusia, ada juga wisatawan asal Australia dan Ukraina yang hendak naik ke Pura Pasar Agung. Dia mengajak seorang guide. Namun akhirnya dilarang petugas dan diminta kembali.

Wisman tersebut sempat foto- foto di jalan menuju pura, tepatnya di Dusun Sogra. Sang bule sendiri sempat mengatakan kalau ada bule Rusia naik dan menyebarkan video dari puncak.

Dia juga bertanya kenapa dia bisa. Ketika dijelaskan kalau dia naik diam- diam tanpa izin, sang bule malah bertanya kapan petugas  pergi dia juga bisa naik diam- diam.

Setelah itu ada juga dua kali rombongan wisman mau naik ke pasar Agung namun dilarang. Tampaknya video yang disebar sudah diketahui beberapa turis asing, sehingga mereka juga penasaran ingin naik.

Bule Ukraina yang nekat itu semula hendak naik mendaki lewat jalur pendakian Gunung Agung lewat Dusun Yeh Kori, Jungutan, Bebandem, kemarin juga dibobol bule Ukraina. 

Mereka hampir bersamaan hendak naik, sekitar pukul 02.00 naik, mendaki Gunung Agung lewat Pasar Agung Sibetan atau Yah Kori. Mereka adalah Martins Slisan ,41, dan Yephen Vorabei, 28, yang naik dini hari.

Keduanya naik mengaku untuk meneliti vegetasi tumbuhan di lereng Gunung Agung. Mereka berdua sempat tidak terpantau petugas keamanan.

Akhirnya warga melaporkan ada dua sepeda motor parkir di Pura Pasar Agung Jungutan. Temuan tersebut dilaporkan Kadus Jungutan I Komang Sudirman 45 kepada Babinsa dan Babinkamtipmas sepempat.

“Saya sempat melihat di ada dua sepeda motor parkir di jaba Pura sekitar pukul 06.15,” ujarnya. Kedua motor tersebut adalah Honda Vario warna merah DK 7430 CV dan Yamaha NMAX DK 8484 SX.

Akhirnya tim dari BNPB bersama dengan TNI dan Polri datang ke lokasi pukul 08.00. Saat itu kuat dugaan kalau kedua motor tersebut memang milik pendaki.

Tim tidak berani menyusul ke atas lalu menunggu di lokasi, karena lama. Lantas tim mengamankan kedua motor tersebut ke Mapolsek Bebandem.

(rb/tra/mus/mus/JPR)

Source link