‘’Sebagai upaya antisipasi, disepakati pasokan elpiji di Lamongan ditambah 11 persen menjelang natal dan tahun baru nanti,’’ kata Kabag Perekonomian Pemkab Lamongan Munif Syarif kepada Jawa Pos Radar Lamongan selasa(19/12).

Dia mengungkapkan, berdasar pantauan di lapangan, sebenarnya belum ditemui tanda-tanda kelangkaan elpiji. Namun sebagai upaya antisipatif perlu dilakukan penambahan pasokan agar tidak terjadi kelangkaan. Bahkan hari libur saat natal dan tahun baru elpiji tetap di-droping. ‘’Sampai sekarang masih aman. Informasi dari agen dan pangkalan tidak ada masalah. Nanti di SPBU juga disiapkan sebagai antisipasi kelangkaan,’’ ujarnya. 

Abdul Kholiq, karyawan salah satu agen elpiji di Lamongan membenarkan stok elpiji melon masih aman. Dia optimistis tidak terjadi kekurangan meski sudah mulai terlihat peningkatan konsumsi. ‘’Beberapa pangkalan di wilayah kota kadang beberapa tabungnya kembali. Itu artinya masih aman,’’ ungkapnya. 

Rosyid, pegawai PT Laju Jaya Migas mengatakan, jelang natal dan tahun baru saat ini sudah terlihat ada peningkatan permintaan. ‘’Namun stok di gudang kami masih aman,’’ katanya. 

Potensi tingginya konsumsi elpiji saat Natal dan tahun baru juga disikapi Ketua DPC Hiswanamigas Jatim, Ismed yang membawahi Lamongan. Berdasar survei yang dilakukan stok elpiji di tingkat pangkalan maupun agen masih aman. ‘’Distribusi elpiji masih lancar,’’ katanya. 

Untuk memonitor peredaran elpiji, lanjut dia, Hiswanamigas membentuk koordinator di masing-masing kabupaten. Sedangkan, distribusi elpiji seluruhnya menggunakan sistim monitoring online. ‘’Karena ini bicara subsidi, maka harus diketahui betul distribusinya. Alokasi setiap agen,’’ imbuhnya.

(bj/ind/feb/faa/JPR)

Source link