Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, adanya tim pantau ini untuk memastikan kondisi dan kualitas hewan kurban tersebut. Jangan sampai ada hal negatif pada hewan yang merugikan masyarakat.

”Kita siapkan petugas yang bertanggung jawab nanti untuk melakukan pantauan,” katanya. 

Dalam praktiknya, petugas akan disebar ke beberapa tempat dan wilayah sasaran secara bertahap. Hal ini untuk persiapan menyambut Idul Adha. Walaupun masih satu bulan lagi. Persiapan dibutuhkan. Sebab, agenda ini masuk agenda tahunan.

Tahapan untuk meyambut Idul Adha tahun ini cukup banyak. Hal ini membuat petugas juga harus bersiap jauh hari. Sebab, pemantauan dilakukan tidak hanya pada hewan kurban milik peternak lokal Sukoharjo saja namun juga berkaitan dengan distribusi atau lalu lintas perdagangan hewan kurban di pasar hewan.

Salah satu tempat yang dipantau oleh petugas Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo yakni Pasar Hewan Bekonang, Mojolaban. Disini arus lalu lintas perdagangan hewan sangat banyak. Transaksi tidak hanya dilakukan pembeli lokal. Namun, pedagang atau peternak juga sering mendapat pesanan sampai luar kota.

Netty menjamin secara jumlah stok kebutuhan hewan kurban baik kambing dan sapi terpenuhi karena sangat banyak baik ditingkat pedagang maupun peternak. Namun untuk kondisi kesehatan dan kelayakan perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh petugas. 

Pemeriksaan dilakukan petugas untuk mengetahui apakah hewan kurban siap disembelih atau memiliki penyakit. Apabila ada penyakit maka akan segera dilakukan penanganan dengan pemberian obat dan vitamin.

”Penyakit yang rawan menjangkiti hewan kurban seperti kulit, kuku dan cacing. Petugas nanti akan melakukan pemeriksaan kelayakan hewan kurban. Apabila ada temuan hewan kurban sakit berpenyakit maka dilakukan penanganan,” tuturnya.

(rs/yan/fer/JPR)