Sukses Nisaul Kamilah – Radar Bromo

Ketekunan dan kerja keras adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan. Filosofi inilah yang dipegang Nisaul Kamilah, warga Keluruhan Bugullor. Sembari menjadi guru, dia juga melakoni bisnis hingga menulis buku.

——————

Perempuan berjilbab itu tampak memperhatikan buku di tangannya. Buku itu berjudul Happy Selling Modal Senam Jari Jadi 100 Juta Dasterpreneur. Sejurus kemudian, ia memandangi dua produk herbal di atas meja di depannya.

“Ini, buku terbaru saya. Sedangkan ini merupakan produk herbal yang saya jual dalam bisnis online,” kata Mila-sapaan akrabnya.

Guru yang mengajar di SD dan SMP Sabilul Thoyyib di Jalan Cemara itu mengatakan kesukaannya pada menulis sudah dimulai sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, ia mulai menyumbang cerita pendek (cerpen) untuk majalah dinding sekolah. Hobinya ini didukung penuh keluarga dengan memberikan majalah dan buku padanya.

Selepas menyelesaikan kuliah S-1 untuk jurusan pendidikan agama Islam (PAI) di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, ia mulai memberanikan diri utuk menerbitkan buku. Dan pada 2007, buku triloginya yang berjudul Ning Aisyah terbit.

“Awalnya, saya tidak percaya diri. Namun, atas dorongan teman saya, Alhamdulillah karya saya terbit di Mata Pena. Dan langsung menerbitkan trilogi di tahun yang sama,” ungkap istri dari Harris Chulaifi ini.

Dan di tahun berikutnya, ia menerbitkan novel politik berjudul Andromeda yang diterbitkan oleh penerbit garasi. Ternyata, karyanya ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dan masuk dalam koleksi perpustakaan nasional Australia.

Rupanya keberhasilannya dalam bidang tulisan tidak membuat putri dari pasangan Chisnulloh Abdurrohim dan Aminatussurur ini berpuas diri. Pada 2014, ia mencoba untuk melakukan bisnis online dengan memanfaatkan sosial media.

Sejumlah produk herbal dijual olehnya, seperti Masker Kefir, Bawang Hitam, Teh dan Kopi Herbal. Selain itu, ia juga menjual mainan edukatif untuk anak kecil serta mukena. Bisnis online ini tidak hanya melayani pesanan dari dalam negeri saja, tapi juga luar negeri.

“Produk herbal ini saya dapat dari usaha kecil dan menengah di sejumlah lokasi. Ada yang dari Malang dan Jombang, saya hanya memberi merek saja. Alhamdulillah, lancar. Saat ini, saya sudah mengirim pesanan hingga Singapura dan Arab Saudi,” terang putri kedua dari tiga bersaudara ini.

Pengalamannya selama bertahun-tahun ini membuatnya termotivasi untuk menulis buku berjudul Happy Selling Modal Senam Jari Jadi 100 Juta Dasterpreneur. Dalam buku ini, ia menjelaskan trik-trik manjalankan bisnis online hanya dengan menggunakan telepon genggam.

Saat ini, ia juga membuka kelas Halaqoh Business Online (HBO) bagi perempuan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang binis online. Kelas ini dilakukan dengan media whatsapp. Bagi yang tertarik ingin mengikuti kelas ini, hanya harus mendaftar melalui FB miliknya dan melengkapi persyaratan registrasi.

Di sela-sela kesibukannya dalam menulis dan berbisnis ini, ibu 4 anak ini juga mengajar. Untuk membagi waktunya, ia mengaku tidak ada resep khusus. Katanya, yang diperlukan adalah saling pengertian di dalam keluarga.

Dan suaminya sangat mendukung, asalkan pekerjaaanya tidak jauh dari rumah, sehingga masih dapat mengurus keluarga. Dalam waktu dekat ini, ia diundang di Hotel Pelangi Malang pada 9 Desember mendatang untuk menjadi narasumber dalam pelatihan entrepreneur.

Menurutnya, untuk dapat memulai bisnis online, hal yang diperlukan adalah keberanian dan tekad. Jika memang tidak memiliki modal uang, mereka bisa menjadi drop shipper. Maksudnya, yang bersangkutan memajang produk orang lain dalam medsosnya untuk dipromosikan.

“Modal itu bukan halangan. Asalkan mereka mau berusaha, pasti bisa. Makanya dalam buku saya sebut dasterpreneur. Yakni mendorong ibu-ibu yang selama ini hanya sibuk update status, bisa menggunakan medsosnya untuk hal yang positif,” pungkasnya.

Source link