Sukses Realisasikan DAK, Tiga Sekolah Raih Adiwiyata Nasional – Radar Madura

BERPRESTASI: Dari kanan, Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep Moh. Iksan, Kepala SMPN 1 Dasuk Imam Wahyudi, Kepala SMPN 1 Gapura Umi rahayu Sri Indarti, Kepala Disdik Sumenep A. Shadik, dan Kepala SMPN 2 Saronggi H. Suhardi berfoto bersama usai menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup.
(DISDIK SUMENEP FOR Radar Madura/JawaPos.com)

SUMENEP – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep sukses merealisasikan program dari dana alokasi khusus (DAK). Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Sumenep Moh. Iksan mengungkapkan, tahun ini disdik memiliki DAK Rp 23 miliar.

Ditemui di kantornya di Jalan dr Cipto, Moh. Iksan menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk membantu 90 sekolah negeri dan swasta di Sumenep. Perinciannya, 50 SD negeri, 15 SMP negeri, dan 25 SMP swasta yang tersebar di seluruh kecamatan di Sumenep.

BERI PENGHARGAAN: Bupati Sumenep A. Busyro Karim secara simbolis menyerahkan penghargaan Sekolah Adiwiyata kepada pihak sekolah.

BERI PENGHARGAAN: Bupati Sumenep A. Busyro Karim secara simbolis menyerahkan penghargaan Sekolah Adiwiyata kepada pihak sekolah.
(DISDIK SUMENP FOR Radar Madura/JawaPos.com)

Iksan menerangkan, DAK Disdik Sumenep 2017 digunakan untuk merehabilitasi ruang belajar, pembangunan ruang belajar, pembangunan laboratorium, dan pengadaan alat peraga. Dengan perincian, rehab 47 gedung RKB SD, rehabilitasi 23 gedung SMP, pembangunan ruang belajar di tiga SD, pembangunan laboratorium IPA di tiga SMP, dan pengadaan alat peraga di 14 SMP.

”Tahun ini kami nyatakan realisasi program dari DAK sukses seratus persen. Semua proyek pembangunan dan pengadaan selesai digarap, tinggal dilaporkan,” jelas Iksan.

JADI CONTOH: Dari kanan, Kepala SMPN 1 Dasuk Imam Wahyudi, Kepala SMPN 1 Gapura Umi Rahayu Sri Indarti, dan Kepala SMPN 2 Saronggi saat penyerahan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional.

JADI CONTOH: Dari kanan, Kepala SMPN 1 Dasuk Imam Wahyudi, Kepala SMPN 1 Gapura Umi Rahayu Sri Indarti, dan Kepala SMPN 2 Saronggi saat penyerahan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional.
(DISDIK SUMENEP FOR Radar Madura/JawaPos.com)

Dengan selesainya realisasi program DAK, dia berharap sekolah yang mendapat bantuan segera menyelesaikan surat pertanggungjawaban (SPj). Dia juga ingin pihak sekolah menyerahkan berita acara serah terima supaya segera dilaporkan.

”Ini penting karena salah satu yang diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah kelengkapan SPj, termasuk berita acara serah terima,” urai Iksan.

Dia berharap realisasi DAK yang baik dapat diimbangi dengan penggunaan yang maksimal. Iksan ingin kualitas pendidikan di Sumenep berkembang seiring dengan terus dilakukannya pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah.

”Harapannya tentu saja adalah perbaikan kualitas pendidikan di Sumenep. Dengan fasilitas yang memadai, kami ingin siswa dan guru belajar nyaman, konsentrasi, dan terciptalah proses belajar berkualitas,” ucapnya.

PERBAIKI INFRASTRUKTUR: Pembangunan laboratorium IPA di SMPN 2 Kalianget dari dana DAK.

PERBAIKI INFRASTRUKTUR: Pembangunan laboratorium IPA di SMPN 2 Kalianget dari dana DAK.
(DISDIK SUMENEP FOR Radar Madura/JawaPos.com)

Selain sukses DAK, tahun ini Disdik Sumenep patut berbangga. Tiga sekolah di bawah naungan disdik berhasil mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH). Sekolah-sekolah tersebut adalah SMPN 1 Gapura, SMPN 2 Saronggi, dan SMPN 1 Dasuk.

Menurut Kepala Disdik Sumenep A. Shadik, keberhasilan tiga sekolah itu merupakan hasil kerja keras dalam menjaga lingkungan sekolah tetap rapi dan indah. Shadik mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih tiga sekolah tersebut. Bahkan tiga sekolah itu mendapat apresiasi Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

”Tentu saja saya sangat bangga. Apalagi ini prestasi tingkat nasional yang tidak semua sekolah bisa mendapatkannya,” ucap Shadik. Dia berharap, akan semakin banyak sekolah di Sumenep yang berhasil mendapat prestasi di tingkat nasional, bahkan internasional.

(mr/hud/aji/han/bas/JPR)