Sulit Dapat Pemasukan dari Bandara, Gubernur Sodorkan Pola Asuransi – Bali Express

BALI EXPRESS, DENPASAR – Hingga saat ini Bali tidak dapat kontribusi bagi keuntungan dari Bandara Ngurah Rai. Beragam cara sempat dilakukan, namun sulit mendobrak PT Angkasa Pura. Tetap saja berlindung dibalik Undang – undang untuk tidak ada menyisihkan keuntungan untuk Bali.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengatakan bahwa untuk bisa dapat bagian keuntungan dari PT Angkasa Pura sebagai pengelola Bandara Ngurah Rai akan sangat sulit. Bisa dengan pola perjuangan, harus merevisi Undang – undang. “Dan itu bukan pekerjaan mudah. Untuk bisa merevisi Undang – undang, karena PT Angkasa Pura status BUMN, mesti undang – undangnya direvisi,” jelas Gubernur Mangku Pastika beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi ini, Gubernur Pastika menjelaskan beberpa hal yang bisa ditempuh. Misalnya, dengan pola asuransi. Misalnya setiap wisatawan yang masuk Bali, membayar USD 10. “Membayar 10 dollar amerika, setiap masuk Bali dari wisatawan mancanegara, wisatawan domestic tidak,” sambungnya.  “Pola ini yang paling memungkinkan,” imbuh Gubernur asal Buleleng ini.

Nantinya, dana ini  5  USD untuk asuransi, 5 USD untuk pelestarian budaya dan lingkungan. Dengan pola ini, bisa mendapatkan dana yang sangat tinggi untuk budaya dan lingkungan Bali.

Kunjungan wisman ke Bali berkisar 7 ribu orang per hari. ‘’Itu dikalikan saja, 7 ribu dikalikan 5 dollar akan mendapatkan  35 ribu dollar dalam setiap hari,” urainya.

Namun Mangku Pastika mengatakan jika 5 ribu orang saja yang datang ke Bali, aka nada USD 25 ribu per hari atau sekitar Rp 300 juta per hari. “Perhari lho bisa dapat Rp 300 juta, dana yang sangat banyak bisa menopang program budaya dan lingkungan,” kata mantan Kapolda Bali dan Kalahar BNN ini.

Dengan kondisi ini, nantinya bisa diarahkan untuk kerjasama dengan Asuransi milik pemerintah atau plat merah. Sehingga nanti wisatawan yang mengalami kecelakaan, sakit di Bali atau mengalami masalah lain, bisa nanti diklaim ke asuransi yang sudah dibayar ketika mendarat di Bali. “Misalnya ada yang meninggal di Bali, asuransi yang mengurus pemulangan mayat dan lainnya,” kata Mangku Pastika.

Dia mengatakan, dia mengatakan bahwa secara payung hukum ada piagam PBB yang membolehkan ada pungutan terkait budaya dan lingkungan. Nantinya untuk di Bali bisa dibuatkan Perdanya. “Tergantung juga semangat dari DPRD Bali. Dulu sempat saya sodorkan, namun mengendap lagi,” pungkas Mangku Pastika.

Atas ide Gubernur ini, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mendukung tawaran solusi yang diajukan gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum untuk menarik sumbangan kepada setiap wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali.

Mantan Bupati Tabanan ini mengatakan, segera aka membahas dengan pimpinan DPRD Bali.
 “Kami akan segera koordinasi dengan jajaran pimpinan DPRD Bali. Untuk membahas tindaklanjut dari usulan Gubernur ini,” jawabnya.

Dia mengatakan, Perda ini nantinya sama seperti cultural donation, dan harus linier dengan peraturan Kementerian Keuangan. Sehingga harus ada langkah untuk meyakinkan pemerintah pusat juga.

Baginya wisatawan yang datang ke Bali, memang sepatutnya untuk berkontribusi terhadap budaya dan lingkungan Bali. Selama ini Bali tidak mendapatkan kontribusi dari PT Angkasa Pura yang memperoleh keuntungan luar biasa dari Bandara Ngurah Rai. “Bandara hidup dari aktivitas wisatawan yang masuk Bali. Wisatawan mencari budaya dan alam Bali, mesti PT Angkasa Pura ikut menjaga dong lingkungan dan budaya Bali. Jika sulit berjuang dengan kontrbusi langsung, itu tetap jadi perjuangan jangka panjang, namun langkah segera adalah pola asuransi dulu,” kata Adi Wiryatama.

(bx/art/ima/bay/yes/JPR)

Source link