Sumbang Inflasi pada Dua Bulan Terakhir – Radar Kediri

Dari survei harga Jawa Pos Radar Kediri di dua pasar tradisional Kota Kediri, kenaikan harga daging ayam ini secara berangsur dari Rp 500 ssampai Rp 1.500 per kilogramnya. Itu dalam sekali naik dengan harga normal sebelumnya Rp 28 ribu per kilogram (kg).

Berdasarkan rilis laju inflasi Kediri oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret hingga April, daging ayam menduduki posisi keenam dari 10 komoditas penyumbang inflasi. Persentase kenaikan harganya sampai sebesar 0,78 persen di bulan Maret. Sedangkan di April sebesar 0,73 persen.

Kenaikan harga daging ayam ini dibenarkan oleh Tia Septika, pedagang ayam Pasar Setonobetek. “Pelan-pelan tapi ya naik terus ini. Bisa–bisa sampai puasa dan Lebaran masih mahal. Harga belum bisa stabil,” terangnya.

Tia lalu menjelaskan, faktor yang menyebabkan barang dagangannya mengalami kenaikan secara signifikan. “Kalau stok memang sempat terbatas, ada juga yang ayamnya sakit, jadi ndak iso mbeleh (tidak bisa disembelih),” ungkap pedagang perempuan asal Solo, Jawa Tengah ini, sambil memotong daging ayamnya.

Kenaikan harga sejak awal April ini juga diungkapkan Dina Mariana, perempuan yang juga berdagang daging ayam di Pasar Setonobetek. “Harga daganganku gerak terus ke atas sejak awal April, belum stabil,” terang perempuan yang berdagang ayam sejak 2010 ini.

Menjelang bulan puasa, Dina mengatakan, peluang kenaikan harga daging ayam cukup besar. Sebab, permintaan konsumen terus meningkat.

Terpisah, Mohamad Markus, pedagang ayam di luar Pasar Setonobetek, menyatakan, kenaikan harga daging ayam terjadi dalam satu bulan terakhir. “Semula Rp 1.000 dulu, terus Rp 500, lalu Rp 500. Selanjutnya Rp 1.000-an terus sampai tiga kali ini. Sekarang (kemarin) Rp 33 ribu perkilo,” ungkapnya.

Markus menjelaskan, kenaikan harga karena pabrik pemotongan ayam belum panen kembali.  Tidak berbeda dengan pedagang daging ayam di Pasar Setonobetek, Supiyah, pedagang daging ayam Pasar Pahing, juga sepakat bila kenaikan harga perlahan namun cukup banyak.

“Pokoknya sebulan ini sudah sering berubah harganya. Terakhir ya ini di Rp 33 ribu sekilonya,” pungkasnya.

(rk/*/die/JPR)

Source link