Sungai Gembong Meluap, Puluhan Rumah di Jalan Diponegoro Tergenang – Radar Bromo

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, luapan banjir mulai masuk ke dalam rumah warga  sekitar pukul 16.30. Hujan yang terus mengguyur membuat air naik dengan cepat. Sekitar pukul 17.00, ketinggian air sudah mencapai 30 sentimeter.

Akibatnya, rumah milik 50 KK di RW 1 dan 2 sempat terendam. Banjir ini  membuat warga memilih untuk berada di dalam rumah. Bahkan warga tampak meletakkan motornya di dekat jalan raya Diponegoro agar terhindar dari banjir.

“Banjir mulai mereda selepas Maghrib. Ini sudah jadi rutin tiap tahun. Jadi, kami tidak kaget. Makanya, begitu tahu jalanan mulai kebanjiran, motor sengaja kami letakkan di luar,” kata Anto, salah seorang warga di RW 1.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah mengungkapkan banjir yang terjadi di Jalan Diponegoro disebabkan oleh debit sungai Gembong yang meluap. Sehingga, rumah warga yang terletak di dekat Kali Gembong terdampak.

Menurutnya, luapan Kali Gembong juga menggenangi gang 5 RW 2 Kelurahan Petamanan sebanyak 40 KK, 15 KK di Dusun Karangwingko Kelurahan Wirogunan, 22 KK di RW 1, 2 dan 3 di Kelurahan Purutrejo. Serta RW 2 Kelurahan Pekuncen sebanyak 20 KK.

“Dari hasil pemetaan yang kami lakukan, ada sekitar 5 lokasi yang terdampak luapan Kali Gembong. Diduga ini terjadi akibat banjir dari selatan. Karena tidak mampu menahan debit air yang terus meninggi, makanya luapannya masuk ke rumah warga,” ungkap Yanuar.

(br/fun/riz/fun/JPR)

Source link