Suporter Kena Begal – Radar Bromo

Aksi perampasan disertai kekerasan itu terjadi pada Sabtu malam (20/1) sekitar pukul 23.30. Malam itu, Rojikin dan Livia mengendarai motor Honda Beat S 6513 MS.

Kedua bersaudara ini hendak pulang ke Lamongan, usai melihat pertandingan sepak bola Arema Malang versus Persela di Malang. Saat melaju dari selatan ke utara, motor mereka dipepet oleh enam motor di lokasi kejadian. Semuanya berboncengan. 

Tak berselang lama, salah satu pelaku menendang motor korban. Korban pun akhirnya terjatuh ke bahu jalan. Saat itulah, pelaku lainnya mendatangi korban yang terjatuh. 

Pelaku itu langsung merebut dua tas yang dibawa korban. Setelah itu, para pelaku kabur. Ada yang putar balik ke arah selatan, sebagian lainnya kabur ke arah utara.

“Pelakunya banyak. Ada sekitar enam motor. Semuanya boncengan. Ada sekitar 12 orang. Kami terjatuh usai ditendang salah satu pelaku. Kami tak sempat melawan,” kata Rojikin saat ditemui di Mapolsek Sukorejo. 

Dinihari itu juga, Rojikin dan Livia melapor ke Polsek Sukorejo yang ada di Desa Ngadimulyo. Atau sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. 

Rojikin mengaku beruntung. Sebab, pelaku tak merampas motornya. “Saat kejadian, kondisi jalan gelap. Kami tak tahu persis ciri pelakunya. Soalnya pelakunya banyak. Yang jelas, pelakunya ada yang bawa moptor matik, bebek dan Honda Tiger,” terangnya. 

Motif penyerangan dengan alasan suporter juga lemah. Sebab, saat itu, kedua korban sama-sama memakai jaket yang tak memperlihatkan bahwa korban adalah suporter tim sepak bola. 

Dua tas yang dirampas kawanan pelaku sendiri berisi sejumlah barang berharga. Tas Rojikin berisi dompet, duit, HP dan kartu berharga lainnya. 

Sementara tas Livia ada dompet yang berisi sejumlah duit, surat-surat berharga dan gelang emas. “Saat kejadian berlangsung, kondisi ruas jalan tengah sepi kendaraan melintas,” bebernya.

Secara terpisah, Kanitreskrim Polsek Sukorejo Aiptu Hariyanto menyebut, kasus itu masih diselidikinya. 

(br/mie/zal/mie/JPR)

Source link