Suspect DB, Perawat RS Pratama Nusa Penida Meninggal – Bali Express

Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group), pasien tersebut merupakan seorang perawat berstatus tenaga kontrak. Bertugas di Rumah Sakit (RS) Pratama Nusa Penida. Sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Klungkung, Riada sempat menjalani rawat inap di RS Pratama.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Made Adi Swapatni mengakui warga tersebut meninggal  suspect DB. Pasien rujukan RS Pratama tersebut tiba di RSUD Klungkung Senin sore. Dia sempat  menjalani perawatan di RS Pratama sejak Sabtu 30 Desember 2017 lalu. Pasien dirujuk lantaran kondisinya terus menurun. Angka trombosit di bawah normal 98.000.

Adi Swapatni menegaskan, tak ada kesalahan prosedur penanganan pasien itu di RS Pratama. Rujukan yang dilakukan RS Pratama juga tidak terlambat. Saat tiba di RSUD Klungkung, pasien itu sudah sempat mendapat perawatan medis. Namun ketika diambil sampel darahnya, mengalami kejang-kejang, disertai muntah darah, lalu meninggal dunia.

“Laporan yang saya dapatkan, setelah berada di RSUD Klungkung, trombosit sempat naik tapi mengalami pendarahan,” terang Adi Swapatni.

Pihaknya pun mengakui cuaca belakangan ini memang rawan DB yang disebabkan virus dengue, ditularkan nyamuk Aedes Aegepty.  Dengan begitu, masyarakat diminta wasapada, menjaga kebersihan lingkungan. Tidak menampung air hujan yang rawan menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebab DB.

“Rawan penyebaran DB karena hujan tidak menentu. Kadang hujan, kadang tidak. Itu yang bahaya,” ujarnya seraya menegaskan bahwa tahun 2017 tidak ada pasien meninggal DB di Klungkung. “Kalau kena DB ada, tapi tidak sampai meninggal,” pungkasnya.

Belum ada konfirmasi dari pihak RSUD Klungkung. Koran ini sempat menghubungi Direktur RSUD Klungkung, Nyoman Kusuma via telepone, kemarin. Terdengar nada sambung namun tak direspond. 

(bx/wan/ima/yes/JPR)

Source link