Taat Beribadah, Mohamed Salah Jadi Teladan – Radar Banyuwangi

Perhatian Dunia tertuju pada Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina, Minggu dini hari (27/5). Pun demikian masyarakat Banyuwangi, termasuk sang bupati, Abdullah Azwar Anas. Dia ikut larut dalam drama bertajuk “Final Liga Champions Eropa 2018” tersebut.

SIGIT HARIYADI, Tegalsari

SAFARI Ramadan yang digelar Bupati Anas untuk kali pertama tahun ini sangat spesial. Bukan sekadar berbuka bersama atau santap sahur dengan khalayak, safari Radaman yang digelar di kantor Kecamatan Tegalsari, Minggu dini hari (27/5), itu dibumbui acara nonton bareng (nobar) final Liga Champions Eropa 2018.

Bukan hanya kalangan pejabat pemkab dan pemerintah kecamatan setempat, ratusan warga desa di Kecamatan Tegalsari ikut nimbrung pada acara tersebut. Layar lebar sengaja dipasang untuk memanjakan mata hadirin yang akan menyaksikan laga antara juara bertahan Real Madrid versus Liverpool tersebut.

Di awal laga, pendukung dua kubu tampak sama-sama tegang. Hingga terjadilah “petaka” bagi pendukung Liverpool. Salah satu pemain andalan klub asal Inggris tersebut, yakni Mohamed Salah terpaksa ditarik keluar lapangan di menit ke-30 lantaran cedera.

Singkat cerita, pertandingan final tersebut dimenangkan Real Madrid dengan skor 3-1. Gol Real dicetak oleh Karim Benzema pada menit ke-50 serta Gareth Bale pada menit ke 63 dan 82. Sedangkan satu-satunya gol Liverpool disumbangkan Sadio Mane pada menit ke 54.

Sementara itu, Bupati Anas mengaku  sengaja menggelar sahur bersama dibarengi nobar partai final Liga Champions. Sebab, pertandingan tersebut menarik perhatian dunia, termasuk masyarakat Indonesia. “Apalagi pada pertandingan final Liga Champions kali ini karena ada pemain muslim yang turut berlaga. Baik di kubu Real Madrid maupun Liverpool,” ujarnya.

Namun, yang paling menjadi sorotan Anas adalah Mohamed Salah. Tidak hanya performa bermainnya yang bersinar bersama Liverpool, Salah juga pemain dengan pribadi yang dikenal muslim yang taat. “Salah menjadi fenomena tersendiri. Di tengah pandangan negatif negara barat terhadap citra Islam yang dirusak oleh segelintir pelaku terorisme, salah seolah menjadi pengobat. Penampilannya yang baik di lapangan hijau dan pribadinya yang taat beribadah, mengembalikan citra Islam. Bahwa ini agama yang rahmatan lil alamin,” kata dia.

Pribadi yang taat beribadah dan berprestasi di lapangan hijau, imbuh Anas, bisa menjadi inspirasi dalam berdakwah. “Tidak bisa mengajak seseorang dengan cara kekerasan bagaimanapun baiknya tujuan yang akan diraih. Berbuatlah sesuatu yang bermanfaat. Pasti hal tersebut akan mampu mendakwahkan ajaran-ajaran yang kita anut. Tanpa perlu melakukan suatu pemaksaan,” imbuhnya.

Seusai laga final usai, acara sahur bersama dilanjutkan dengan santunan kepada warga kurang mampu dan ditutup dengan doa bersama. Kemudian dilanjutkan dengan Salat Subuh berjamaah di Masjid Baitul Muttaqin, Tegalsari. Sedangkan malam hari sebelumnya, Anas Salat Tarawih bersama warga di Masjid Baiturrahman Genteng.

Source link