Tahan Kabur Ditangkap di Puskesmas, saat Besuk Orang Sakit – Radar Mojokerto

MOJOKERTO – Pelarian Moch. Asrohib, 27, tahanan kasus pencurian dengan pemberatan yang kabur dari sel tahanan Polsek Ngoro akhirnya berakhir.

Tersangka yang sudah melarikan diri selama 1,5 bulan ini ditangkap saat membesuk orang tua temannya, di Puskesmas Sarang, Rembang, Jateng, Selasa (3/7). ’’Alhamdulillah, berkat usaha keras dan doa, pelaku berhasil kami ringkus kembali,’’ ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata.

Menurut Leonardus, tersangka yang kabur dari tahanan Polsek Ngoro pada Minggu (20/5) lalu itu ditangkap di Puskesmas Sarang, Kabupaten Rembang sekitar pukul 03.30 dini hari. Tidak ada perlawanan dalam penangkapan oleh tim gabungan Resmob Polres Mojokerto dan Unitreskrim Polsek Ngoro itu.

Kebetulan, warga asal Desa/Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, ini sedang membesuk orang tua temannya yang sedang jatuh sakit. ’’Keberhasilan ini berkat dukungan teman-teman media,’’ tandas Leonardus.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery, menambahkan, penangkapan tersangka tersebut setelah sebelumnya petugas mendapati informasi tentang keberadaan Asrohib. Dari hasil pemeriksaan, lanjut Fery, selama pelarian, tersangka memang kerap berpindah-pindah tempat.

Tujuannya untuk menghilangkan jejak dan mengecoh petugas. Kata dia, dalam persembunyiannya selama ini dia lebih memilih di jalanan. Bahkan setelah mengetahui keluarganya sudah dipantau petugas, tersangka tak pernah pulang.

’’Untuk kesehariannya, dia lebih sering ke rumah teman-temannya karena dirasa lebih aman,’’ tandas Fery. Namun, lanjut Fery, sebelum ke luar kota, tak lam setelah kabur dari tahanan terlebih dahulu tersangka sempat bermalam di ruang terbuka. Tepatnya di galian C area Desa Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro.

Tak hanya itu, Asrohib juga sempat berencana kabur ke Papua dan Jakarta. Namun, rencana tersebut gagal. ’’Sebelum pergi, terlebih dulu tersangka berhasil kami tangkap,’’ tuturnya.

Sebelumnya, Asrohib ditangkap bersama istrinya, Listiana, saat membobol rumah dan toko (ruko) milik Arif Susanto, 37, warga Dusun Gunungsari, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kamis (19/5). Tersangka kemudian ditahan di Polsek Ngoro. Sementara Listiana ditahan di Polres Mojokerto.

Selama menjalani masa tahanan itulah tersangka kabur setelah menjebol plafon sel tahanan.  Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. ’’Tidak ada pasal baru yang menjeratnya. Tapi, dengan kaburnya tersangka dari tahanan, bisa saja nanti menjadi pertimbangan hakum dalam putusan di pengadilan,’’ pungkas Fery.

(mj/ori/ris/JPR)

Source link