Tahun Ini Pembangunan BLK Dikucuri Dana Rp 5 Miliar – Radar Kudus

Kepala BLK Grobogan Widodo mengungkapkan, sebelumnya pengerjaan konstruksi tiga gedung dibiayai senilai Rp 15 miliar. Sumber dananya dari Dana Hasil Cukai dan Tembakau.

Padahal estimasi anggaran yang dibutuhkan dalam mendirikan gedung BLK senilai Rp 30 miliar. Untuk itu, tahun depan pihaknya sudah mengusulkan tambahan dana di APBD senilai Rp 10 miliar. Sehingga ia menargetkan keseluruhan bangunan selesai didirikan pada 2019 mendatang.

”Untuk pembangunan tahap dua, kami mendapat bantuan dana dari pemkab. Akan dipakai untuk pendirian blok A hingga selesai atau tampak depan. Kemudian blok B untuk lantai satunya. Diharapkan tahun ini seluruh pelatihan sudah bisa pindah ke sana,” paparnya.

Menurutnya, pekan ini telah memasuki proses penayangan yang selanjutnya bisa lelang proyek pengerjaan. Kemudian pengerjaan akan dilakukan selama empat bulan. Namun, pihaknya belum bisa menjelaskan dengan pasti kapan dimulainya pengerjaan tahap dua tersebut.

Gedung yang berada di Jalan Gajah Mada, Purwodadi, tepatnya di depan terminal Purwodadi ini, memiliki luas sekitar 5.400 meter persegi. Nantinya bangunan tersebut akan ramah difabel dan tata kelola lingkungan. Selain akan diberi lift, nanti juga akan ada asrama yang dapat menampung sekitar 50 orang.

Sementara itu, BLK Grobogan saat ini memiliki empat kejuruan. Meliputi kejuruan menjahit, otomotif, komputer, dan salon. Setelah menempati gedung baru nanti, akan ada penambahan kejuruan. Antara lain tata boga, elektro, serta kejuruan lain sesuai kebutuhan pasar dan minat masyarakat nantinya.

(ks/int/lin/top/JPR)