Syuhada Abdullah, Kepala Dinas Perikanan Trenggalek mengakui, tahun lalu pos retribusi TPI belum bisa mencapai target. Dan yang mempengaruhi capaian pendapatan pada sektor ini adalah musim tidaknya ikan, serta bergantung pada kondisi alam. Kendati tahun lalu musim ikan cukup panjang, harga komoditas tersebut tidak begitu baik.

“Gelombang tinggi, otomatis tidak ada nelayan yang melaut. Selain itu harga ikan tahun lalu tidak begitu bagus,” katanya kemarin (6/7).

Dia menyebut, ada tiga pos pendapatan yang dibebankan kepada dinasnya. Yakni retribusi TPI, retribusi pemakaian kekayaan daerah, dan pendapatan lain-lain yang sah.

Termasuk di dalamnya pembenihan ikan. Dari tiga sumber pendapatan tersebut, retribusi TPI yang memang masih jauh dari target. “Tercapai hanya sekitar 54 persen. Tahun ini targetnya diturunkan sekitar Rp 400 juta,” katanya.

Meski begitu, untuk pos pendapatan lain, Syuhada Abdullah mengaku mampu memperoleh hasil yang sangat baik. Misal, untuk retribusi pemakaian kekayaan daerah tercapai sekitar 320 persen. Itu merupakan pemakaian gedung Balai Benih Ikan di Jalan Brigjen Soetran itu. Dari target yang ditetapkan sekitar Rp 30 juta, terealisasi sekitar Rp 96 juta.

Begitu juga dengan target dari pembenihan ikan di daerah itu. Hadak-panggilannya mengaku memperoleh hasil yang cukup baik. Dari taget sekitar Rp 12 juta setahun, pembenihan ikan ini bisa terealiasasi sekitar Rp 30 juta atau lebih dari 200 persen.

“Jadi yang membuat persentase realisasi target pendapatan kita kurang itu adalah retribusi TPI. Kalau dirata-rata semua targetnya tercapai sekitar 64 persen,” katanya.

Menurut dia, dari tahun ke tahun, retribusi TPI ini selalu meningkat. Jika dilihat progresnya, pendapatan TPI di 2017 lalu jauh lebih baik ketimbang tahun sebelumnya. Begitu juga dengan tahun ini. Apalagi dengan kondisi harga jual ikan nelayan yang baik sehingga berdampak pada pendapatan daerah. Untuk itu, pihaknya optimistis tahun ini bisa mencapai target yang ditetapkan.

“Semester pertama ini kita sudah dapat 50 persen dari target,” katanya.

Sebelumnya dalam paripurna dewan, sektor pendapatan daerah menjadi salah satu materi yang menarik perhatian dewan. Pasalnya, terdapat sejumlah OPD yang belum mampu mencapai target pendapatan yang dibebankan.

Salah satunya dinas perikanan yang pada 2017 lalu capaian targetnya hanya di kisaran 60 persen saja. (hai/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)