Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi DK 9516 WF, Toyota Fortuner bernomor L 777 IL, Toyota Agya bernomor polisi DK 1004 FQ, dan Truk Colt Diesel bernomor polisi DK 9491 HB. Tidak ada korban jiwa dalam peristia tersebut, namun kerugian material mencapai jutaan rupiah.

Peristiwa itu bermula ketika  Truck Mitsubishi Fuso yang dikemudikan oleh Eko Purnomo, 42, alamat Desa Bale Brang,  Kecamatan Utan, Sumbawa Besar, yang melaju di depan Toyota Fortuner yang dikemudikan oleh Jaimitu Santos Pacheco, 27, alamat Motabuik, Kelurahan Fatukbot,  Kecamatan Atambua Selatan, Atambua, yang sama-sama melaju dari arah selatan jurusan Gilimanuk menuju arah utara jurusan Denpasar.

Namun naas setibanya di TKP yang merupakan tanjakan, truk Mitsubishi Fuso ternyata tidak kuat menanjak sehingga perlahan berjalan mundur dan mengenai bagian depan Toyota Fortuner yang ada dibelakangnya. Tak berhenti sampai disitu, truk masih terus mundur hingga menabrak bagian depan Toyota Agya yang dikemudikan oleh I Gede Suandana, 45, alamat Jalan Gatsu Timur, Denpasar, yang saat itu ada dibelakang Toyota Fortuner. Terakhir, untuk menghindari truk Mitsubishi Fuso yang masih berjalan mundur, truk Colt Diesel yang dikemudikan oleh Candra Irawan, 32, alamat Dusun Krajan, Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur, memilih banting stir ke kiri kemudian mundur ke kiri. Sayangnya truk Colt Diesel yang memuat roda kendaraan seberat 10 ton itu malah masuk ke parit yang ada di pinggir jalan, dengan bagian body masuk ke parit dan bagian depan menghadap ke atas. Sedangkan truk Misubishi Fuso baru berhenti setelah terguling dipinggir jalan.

Beruntung para pengemudi ketiga kendaraan beserta penumpangnya selamat, namun kerugian material yang dialami mencapai Rp 11 juta. Kapolsek Selemadeg, Kompol I Nyoman Sukanada membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan bahwa kecelakaan disebabkan karena pengemudi truk Mitsubishi Fuso yang memuat 20 ton minuman kemasan Teh Pucuk itu kurang berhati-hati dan tidak memperhatikan kondisi kendaraan. “Pengemudi tidak dapat menguasai kendaraan pada saat melintasi jalan lurus dan tanjakan sehingga berjalan mundur,” ungkapnya.

Menurutnya, kecelakaan beruntun tersebut tidak membuat arus lalu lintas tersendat, kendatipun demikian pihaknya langsung mengatensi peristiwa tersebut.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (9/6) tepatnya pada hari raya Kuningan, sebuah truk juga mengalami Out Of Control (OC) di Jalur Denpasar-Gilimanuk memasuki Banjar Dajan Rurung, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan karena rem blong sehingga truk terguling ke got dan menabrak pohon yang ada dipinggir jalan. Peristiwa itu pun ditinjau langsung oleh Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol AA Made Sudana saat proses pemindahan muatan berupa kasur sebelum truk dievakuasi. 

(bx/ras/yes/JPR)

Source link