Tak Sekadar Tampung, juga Merealisasikan – Radar Kediri

Hebatnya, drama tersebut dimainkan oleh bocah-bocah yang merupakan siswa English Massive (EMass) ‘Tambah Pinter’. Grup itu pula yang dalam Coin Emas lalu mendapatkan juara.

Mas Abu, sapaan wali kota, sangat mengapresiasi penampilan para bocah tersebut. Dia berharap itu sebagai wujud perhatian orang tua terhadap anak. “Jangan sampai (orang tua) sibuk dengan pekerjaan akhirnya anak-anak melakukan hal-hal negatif,” ingat Mas Abu.

Acara Kopi Tahu sendiri berlangsung gayeng. Mas Abu mengawali dengan ucapan terimakasih kepada semua komponen di Kelurahan Ngronggo. “Semua usulan sebagian besar sudah kami kerjakan. Yang belum akan tetap menjadi program kerja Pemkot Kediri,” ujar Mas Abu, saat membuka acara yang berlangsung di halaman SDN Ngronggo 3 itu.

Wali Kota juga mereview beberapa usulan tahun lalu. Seperti  fogging, pengaspalan jalan, rambu kawasan sekolah, dan perbaikan sekolah. Selain itu, Mas Abu juga menjelaskan kembali program Pemkot Kediri. Di antaranya Prodamas, hibah bansos, taman kota, pembangunan gedung baru RSUD Gambiran dan kampus 2 Politeknik Kediri, transportasi gratis bagi pelajar, layanan halte bus dan angkutan umum, zona aman selamat sekolah, dan beasiswa kurang mampu.

Saat berdialog dengan kepada warga, beberapa pertanyaan pun muncul. Seperti Sugandi misalnya. Dia menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas program-program Pemkot yang banyak tercapai. Harapannya program seperti ini akan terus berlanjut sehingga membanggakan masyarakat Kota Kediri. “Warga juga akan terus mendukung dan ikut mengawal program-program ini. Semoga semua program bisa tuntas sesuai harapan harapan masyarakat Kota Kediri,” ujarnya.

Menanggapi itu, Mas Abu balik menyampaikan terima kasih. Khususnya atas respons positif warga terhadap  program-program ini. “Saya titip pesan kepada RT, RW, LPMK dan semua jajaran, tetap jaga kondusifitas Prodamas. Karena Prodamas adalah untuk kepentingan warga Kota Kediri,” harapnya.

Sementara, Imam Ahmad, warta RW 05 RT 3, mengadukan adanya pendangkalan sungai Jetis yang ada di sebelah rumahnya. Karena sungai tersebut merupakan aliran titik temu dari Blabak, Ngronggo.

Menanggapi hal tersebut Mas Abu menyampaikan usulan untuk bekerjasama membersihkannya. “Dulu kami sudah pernah ke sana. Dan salah satu caranya adalah dengan kerja bakti. Karena alat berat kita tidak bisa masuk ke area itu,” terang Mas Abu.

Untuk diketahui melalui acara Kopi tahu  ini Pemerintah Kota Kediri tidak hanya menampung aspirasi masyarakat saja. Namun juga merealisasikan. Dalam kesempatan ini selain dihadiri warga Kelurahan Ngronggo, juga di hadiri kepala OPD terkait.

(rk/dna/die/JPR)

Source link