Tak Tahan Luka Lama, Warga Paron Bunuh Diri – Radar Kediri

KEDIRI KABUPATEN – Warga Desa Paron, Kecamatan Ngasem geger kemarin pagi (24/4). Setelah salah satu warganya, Eko Purwanto, 37 ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di dalam gudang rumah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, tubuh Eko ditemukan sekitar pukul 05.30. Saat itu, istri Eko, Ema Suciana Wati, 34 mencari suaminya. Maksudnya minta diantar berangkat kerja. Ema pun mencari di beberapa ruangan. Hingga akhirnya, Ema menuju gudang yang berada di belakang rumah yang berada di Dusun/Desa Paron, Kecamatan Ngasem. Betapa terkejutnya Ema, ketika melihat suaminya sudah tergantung di tengah ruangan. Lehernya terikat tali tampar biru yang dikaitkan di langit-langit ruangan.

          Melihat suaminya, Ema berteriak dan meminta bantuan tetangganya, Yusak Supriyanto, 47. Setelah menceritakan apa yang telah terjadi dengan suaminya, Yusak datang ke rumah Wijianto, 61 untuk dipanggilkan perangkat desa.

 Perangkat desa yang mendapat laporan pun langsung melapor ke polisi. Petugas yang datang pun langsung melakukan interogasi dan pemeriksaan saksi-saksi.

          Berdasarkan keterangan Ema, baru-baru ini selama empat bulan, korban mengeluh rasa sakit di bagian perut bekas luka yang telah dioperasi. Rasa sakit ini membuat korban tidak bisa tidur. “Korban merasa stres karena merasakan nyeri di bagian luka bekas operasi,” terang Kasihumas Polsek Gampengrejo Aiptu Suprayitno.

          Disebutkan kalau, setahun lalu, Eko yang bekerja di PT Ban Maju ini pernah mengalami kecelakaan kerja . Laki-laki 34 tahun ini mengalami luka sobek di bagian perut karena gergaji. Selama masa pengobatan yang dia jalani, biaya pengobatan dibantu biaya oleh perusahaan tempatnya bekerja.

          Setelah dilakukan oleh TKP, tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Pihak keluarga menolak untuk otopsi lebih dalam. Hasil otopsi hanya dilihat dari luar, untuk menguatkan bahwa benar tidak adanya tanda-tanda kekerasan.

          Selain itu, keluarga Eko juga memiliki surat pernyataan tidak akan melakukan penuntutan kepada pihak manapun. Korban meninggalkan istri dan satu orang anak.

(rk/*/die/JPR)

Source link