Taman-Taman di Kota Semarang – Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID-Wali Kota Hendrar Prihadi terus berupaya mengembangkan potensi wisata yang ada di Kota Semarang. Harapannya agar Kota Lumpia ini menjadi daerah tujuan wisata unggulan di Indonesia. Salah satu caranya dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk menginisiasi kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat wisatawan datang ke Kota Semarang.

“Tahun kemarin kami telah membangun 24 ruang terbuka untuk aktivitas warga di 16 kecamatan, terdiri dari 19 taman dan 5 lapangan olahraga. Targetnya tahun ini sudah dapat dimaksimalkan sebagai sarana untuk masyarakat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan menarik,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi tersebut saat mengunjungi Taman Citra Satwa di Jalan Unta Raya‎, Gayamsari, Selasa (16/1/2018).

Selain Taman Citra Satwa, ada 2 ruang aktivitas terbuka warga lainnya yang dikunjungi oleh Hendi, yaitu Taman Halmahera di Jalan Halmahera, Semarang Timur dan Lapangan Futsal Lamper Tengah di Jalan Lamper Tengah, Semarang Selatan.

Dalam kunjungannya itu, Hendi tampak berkeliling untuk mengecek kesiapan masing-masing ruang terbuka tersebut. “Saya cek memang ada beberapa hal yang harus disempurnakan. Salah satunya penerangan lampu, saya minta untuk segera disediakan. Karena untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pada malam hari,” ujar Hendi.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang‎, Irwansyah yang mendampingi Hendi mengatakan, beberapa fasilitas pendukung yang belum bisa tersedia karena keterbatasan anggaran. “Sesuai arahan Pak Wali, di tahun anggaran 2018 ini akan kami sempurnakan. Seperti menambah lampu sampai rumput sintetis untuk lapangan olahraga,” jelas Irwansyah.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi menegaskan jika dalam mengembangkan sektor wisata, Pemerintah Kota Semarang tak bisa bekerja sendiri, apalagi dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki. “Semua pihak harus begerak bersama untuk berkolaborasi, baik itu pemerintah dengan swasta, pemerintah dengan masyarakat, atau juga masyarakat dengan swasta. Dan pembangunan ruang aktivitas terbuka ini menjadi salah satu sarana pendukung terciptanya kolaborasi tersebut‎,” terang Hendi.

Menurutnya, di Kota Semarang banyak kegiatan masyarakat yang dapat didorong menjadi sebuah komoditas wisata. Dia mencontohkan Festival Perang Air Songkran di Thailand yang sukses menarik wisatawan untuk datang. “Di Kota Semarang juga ada kegiatan perang air yang rutin diselenggarakan masyarakat bernama Gebyuran Bustaman. Kegiatan-kegiatan masyarakat seperti inilah yang akan fokus kami angkat untuk dapat menjadi daya tarik wisata Kota Semarang,” kata Hendi optimistis.

(sm/zal/ton/JPR)