Tambah Sumur, Kelola Air Bersih – Radar Kediri

“Selama ini kami tidak memiliki PADes (pendapatan asli desa),” terang Kamuji, kepala Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar. Menurut Kamuji, selama ini tanah kas desa sudah cukup untuk perangkat desa, sehingga tidak ada tanah sisa untuk bisa dilelang sehingga memberikan pemasukan ke PADes.

Menyadari itu, Kamuji pun berinisiatif membuat usaha agar bisa memberikan pemasukan ke desa. Akhirnya dipilihlah pengelolaan air bersih. Pengelolaan ini rencananya akan dimasukkan ke dalam badan usaha milik desa (BUMdes).

KOMPAK: Para perangkat desa yang siap memberi pelayanan terbaik.
(PUSPITORINI DIAN H – RadarKediri/JawaPos.com)

Karena itu, tahun lalu, pihaknya membangun satu sumur tambahan sedalam 100 meter. Menggunakan dana dari dana desa sebesar Rp 218 juta. Air tersebut kemudian ditampung dalam sumur bantuan dari pemerintah pusat yang sudah ada sebelumnya.

“Tambahan pasokan air ini biar pelayanan semakin baik,” terangnya. Saat ini, Kamuji berencana membuat regulasi agar layanan air bisa diterima warga dengan baik tetapi tetap menguntungkan. “Kami masih menghitungnya,” tuturnya.

Saat ini, layanan air bersih tersebut diterima oleh dua dusun yaitu Dusun Ngancar dan Dusun Puhrejo. Ada sekitar 1500 penduduk yang memanfaatkan air bersih ini. “Nanti pakai meteran seperti PDAM,” jelasnya. Selama ini, warga membayar bulanan tanpa melihat jumlah air yang dimanfaatkan. Tetapi, kali ini dengan menggunakan meteran, maka penggunaan air bisa lebih terkontrol.

Rencananya, uang yang masuk dari pengelolaan air ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan desa. Selain tentunya digunakan untuk perawatan pompa air.

Tak berhenti pada pengelolaan air bersih, ke depannya pihak desa juga berencana membuka toko desa. Tidak bisa dipungkiri, jalur Desa Ngancar memang sangat strategis. Sebab, menjadi bagian dari jalur utama menuju Gunung Kelud. “Ini masih dikonsep, termasuk anggaran. Karena butuhnya sangat besar,”  bebernya.

(rk/fiz/die/JPR)

Source link