Persebaya memang klub yang membesarkan namanya. Meski mengaku sudah dibanjiri tawaran, namun Irfan merasa betah di skuad Green Force, dia merasa kebersamaan di Persebaya membuatnya merasa tinggal di rumah sendiri.  

“Memang ada klub yang menawarkan saya untuk bergabung. Tapi, saya masih mau bermain di Persebaya. Karena saya senang di sini,” kata Irfan. “Saya senang karena kekeluargaan yang ada di Persebaya. Kami semua kompak, solid, dalam tim sudah seperti keluarga. Manajemen semua baik.” jelasnya.

Pemain kelahiran Bantaeng, 1 Mei 1996 ini memang layak meraih gelar individu. Perannya di sektor sayap amat krusial bagi Persebaya. Buktinya, Irfan sukses menorehkan sembilan gol dan enam assist dari total 20 pertandingan.

Pemain jebolan PSM Makassar junior itu mengaku tak menyangka bisa meraih gelar Pemain Terbaik Liga 2. Penghargaan individu ini dipersembahkan untuk tim, keluarga, dan suporter loyal 

“Saya tak menyangka bisa jadi pemain terbaik. Saya hanya fokus membawa Persebaya juara. Tapi ini lah yang saya dapat berkat kerja keras. Dukungan keluarga dan Bonek, jadi motivasi kami di lapangan.” tambahnya.

Setelah membawa Persebaya promosi ke Liga 1, kini Irfan Jaya bertekad untuk tampil konsisten pada musim depan sehingga dia berharap bisa mendapat kesempatan untuk dipanggil tim nasional.(sam/rak)

(sb/sam/jek/JPR)