Tangkal Hoax di Tahun Politik – Radar Semarang

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan dalam tahun politik ini penting sekali ada keseimbangan berita agar informasi yang beredar di media sosial tidak didominasi oleh hoax dan bullying. Selain itu, komunitas ini juga bisa berperan aktif menjembatani jalur informasi dari pemerintah dan stakeholder berkaitan dengan permasalahan seperti bencana banjir yang menimpa masyarakat. “Bagaimana pemerintah ini melakukan hal-hal yang terbaik,” tambah Hevearita disela pelantikan Komunitas Cah Semarang Hebat di Balaikota, Senin (19/2/2018).

Wanita yang akrab disapa Mbak Ita ini berpesan agar komunitas bisa ikut memberikan sosialisasi program pemerintah yang berkaitan dengan masyarakat luas. Dia juga menekankan agar tugas komunitas yang baru dilantik ini mampu meng counter berbagai bullying yang tidak punya alasan jelas terhadap berbagai program pemerintah.

Aspirasi dan informasi yang dikelola Komunitas Cah Semarang Hebat, Semarang Digital Kreatif dan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kota Semarang dibina oleh Diskominfo Kota Semarang.

Kepala Diskominfo Jateng, Dadang Somantri menambahkan Semarang menjadi pionir di Jateng dalam perkembangan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi. Semarang juga menjadi kiblat informasi bagi kabupaten/kota lain.

Dadang mengatakan jika sinergi antara kabupaten kota dengan provinsi telah berjalan dengan baik. Ia berharap, di tahun politik ini komunitas-komunitas tersebut tidak menyebarkan berita hoax dan lebih bijak bermedia sosial. Dadang  juga mengingatkan jika berita dan informasi yang diterima harus disaring atau diverifikasi terlebih dahulu kebenarannya, kemudian baru di share, untuk menanggulangi penyebaran berita hoax.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi dalam sambutannya menaruh harapan jika  terbentuknya komunitas tersebut bisa bersinergi dengan Pemkot, ikut aktif dalam mensosialisasikan program-program untuk Pemkot. Banyak informasi yang berhubungan dengan kegiatan pemerintah tidak bisa sampai ke masyarakat secara benar, karena ada distorsi dan simpang siur informasi oleh maraknya lalu lintas informasi yang tersebar di sosial media yang kadang belum diverifikasi sumber dan kebenarannya.

Supriyadi juga mengingatkan tentang  program DPRD Kota Semarang yaitu E-Sarapan yang merupakan fasilitas untuk menyerap aspirasi dari masyarakat untuk bahan masukan anggota dewan. “Hal-hal seperti ini yang seharusnya sangat perlu disosialisasikan,” tambahnya. Berkaitan dengan diresmikannya Situation Room, Supriyadi menyambut positif dan memberikan selamat kepada Diskominfo Kota Semarang sebagai pengelola.

(sm/zal/bas/JPR)