Tanpa Momen, Penjualan Lesu – Radar Bojonegoro

Sales asisten salah satu butik di Tuban Lastri mengatakan, pasar jilbab kini masih naik turun. Pasca Hari Raya Idul Fitri, penjualan jilbab tidak stabil.

Sebab, sejauh ini penjualan jilbab terdongkrak drastis hanya saat Ramadan dan Idul Fitri. Selebihnya penjualan tidak bisa diprediksi.

’’Kalau Ramadan penjualan laris untuk semua jenis. Kalau saat ini hanya segi empat yang laris,’’ tutur dia.

Dikarenakan tanpa momentum tertentu, konsumennya pun masih bergantung remaja seperti mahasiswa dan karyawan.

Selebihnya para ibu muda. Untuk dewasa penjualan jilbab masih minim karena banyak yang lebih mencari jilbab satu setel dengan gamis atau long dress.

’’Konsumennya merata sesuai selera, tapi paling banyak dari remaja,’’ tutur Lastri.

Lebih lanjut, Lastri mengatakan, jilbab segi empat dicari karena lebih praktis.

Sementara untuk jilbab pasmina biasanya diburu saat musim pernikahan untuk dandan ala hijaber.

Segmentasi konsumen keduanya pun berbeda. Untuk pasmina biasanya diminati oleh wanita paro baya.

’’Kalau bulan-bulan ini penjualan masih biasa-biasa saja karena belum ada momentum,’’ tambahnya.

(bj/yud/gas/bet/JPR)

Source link