Tarawih 2 Jam dengan Imam Terbaik – Radar Kediri

KHUSYUK: Jamaah saat berada di Masjidil Haram.
(HARI MUDA SETIAWAN – JawaPos.com/RadarKediri)

Sepuluh hari terakhir Ramadan jadi ujian besar jamaah umrah Rameyza. Tak hanya puasa, tapi juga ibadah sunah. Seperti salat tarawih di Masjidil Haram. 

Merasakan 10 hari terakhir Ramadan di Makkah menjadi keistimewaan bagi para jamaah Rameyza. Tidak semua muslim mendapatkan kesempatan seperti itu. Karena itu, mereka tak ingin melewatkan begitu saja malam demi malam di Makkah.

Setelah umrah pertama, jamaah Rameyza mengikuti tarawih. Dan, mayoritas baru pertama tarawih di Masjidil Haram. “Sebelumnya hanya membayangkan. Sekarang merasakannya langsung,” kata Suliono, jamaah asal Kedungmalang, Papar.

Kendati fisik terkuras saat tawaf dan sai, Suliono tetap semangat menuju Masjidil Haram untuk salat isya dan diteruskan dengan tarawih. Beruntung, lokasi hotel sangat dekat. Hanya 500-an meter (bukan 800 meter seperti tertulis kemarin, Red).

Apalagi, tarawih dipimpin oleh imam-imam terbaik Masjidil Haram. Dengan lantunan ayat suci yang merdu dan indah.

Malam itu kebetulan imamnya adalah Syech Bandar Baleela.  Lantunan ayat suci yang dibaca begitu merdu. Membuat hati betah mendengar. Walaupun surat yang dibaca tidak sependek seperti tarawih di tanah air.

Salat tarawih di Masjidil Haram mulai sekitar pukul 21.20. “Salat isya dan tarawih di sini sengaja dilambatkan waktu mulainya karena memberikan kesempatan orang orang untuk berbuka,” kata Ustad Mubarok, muthowif jamaah umrah Rameyza.

Jumlah rakaat tarawihnya 20 rakaat. Meski berlangsung hampir 2 jam, jamaah sangat menikmati. Karena mereka salat dipimpin imam terbaik.

Selain syaikh Bandar Baleela, tarawih 10 Ramadan terakhir juga diimami oleh Syaikh Abdurrahman Assudais. Tarawih di Masjidil Haram juga ada jeda sesaat setiap 10 rakaat. Karena ada pergantian imam. Setelah itu dilanjutkan kembali hingga tarawih genap 20 rakaat.

Bagi jamaah yang fisiknya masih kuat, setelah tarawih bisa melanjutkan ibadah sunah lain. Yaitu salat tahajud dengan ditutup salat witir. Karena itu, rangkaian ibadah bisa baru tuntas pada pukul 02.30.

“Inilah bebrapa keistimewaan Ramadan 10 terakhir di sini. Memang fisik harus dijaga agar bisa fokus dalam beribadah dan iktikaf,” terang Mubarok.

(rk/*/die/JPR)

Source link